Sekretaris Komisi II Zohran SH Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Petani Sumbawa

amramr
Apr 16, 2025 - 21:16
 0  65
Sekretaris Komisi II Zohran SH Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Petani Sumbawa

Sekretaris Komisi II Zohran SH Dorong Kolaborasi untuk Kesejahteraan Petani Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Zohran SH, menegaskan bahwa pertemuan hearing yang digelar pihaknya bukanlah ajang mencari yang terbaik, melainkan wadah untuk membangun pemahaman dan kolaborasi yang solid antar berbagai pihak demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa yang mempertemukan pengusaha Corn Dryer se-Kabupaten Sumbawa dan Perum Bulog Kabupaten Sumbawa.

"Tujuan kita jelas, bagaimana petani bisa untung, pengusaha pun dapat tersenyum, dan Perum Bulog juga mencapai targetnya dalam menyediakan Cadangan Pangan Pemerintah," ungkap Orek akrab disapa dalam forum yang dihadiri oleh Manager Keuangan Perum Bulog NTB, Sekretaris Diskoperindag, Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, perwakilan Gapoktan Sesopo Ate, para Kepala Desa, serta pengurus Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D).

Lebih lanjut, Orek menyoroti informasi yang didapat dari Gapoktan Sesopo Ate terkait biaya Harga Pokok Produksi (HPP) jagung petani yang berkisar di angka Rp 3.000 per kilogram. Menurutnya, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan sebesar Rp 5.500 per kilogram memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran petani, asalkan dapat diimplementasikan secara efektif.

Dalam diskusi yang berlangsung, Orek juga menyinggung terkait alur bisnis jagung, termasuk penerapan standar kadar air  (KA) 14% di tingkat petani, pelele, hingga pengepul. Ia mengungkapkan informasi dari pengusaha besar jagung atau feed mill di Jawa bahwa penerapan standar kadar air tersebut telah dimulai sejak tahun 2023." Ini yang harus diedukasi kepada Petani agar Kadar air yang dicapai adalah 14 persen meskipun sangat sulit untuk diperoleh sehingga kita dapat memahami untuk mencapai kadar air itu membutuhkan biaya lebih yang ditanggung pengusaha Corn Dryer" ujarnya.

Dirinya kemudian menekankan pentingnya kesiapan Bulog dalam menyerap jagung pipil petani, termasuk mempersiapkan gudang, dana, dan armada yang memadai. Orek juga mendorong Bulog untuk menjalin kerjasama dengan mitra swasta yang memiliki fasilitas gudang dan pengering, demi kelancaran proses penyerapan.

"Saya sangat mengharapkan keberhasilan penyerapan jagung petani oleh Bulog. Untuk itu segeralah melakukan penyerapan jagung petani, kami harapkan dukungan dari pihak TNI dan Polri untuk dapat mengawal proses ini," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Amdatullah, perwakilan dari TNI, menyampaikan bahwa serapan gabah petani telah mencapai target dan pihaknya bersama Babinsa dan Danramil terus melakukan pengawalan. Ia meyakini bahwa konsep pengawalan serupa jika diterapkan pada komoditas jagung, maka harga Rp 5.500 per kilogram akan dapat diterima oleh petani sesuai dengan kadar air yang ditentukan dalam rantai pasok jagung.

"Tugas petani adalah menanam, merawat, memanen, dan menjual. Urusan dana, harga, dan distribusi adalah tugas kita bersama. Jangan sampai membebani petani," pungkas Amdatullah.

Senada dengan itu, Kanit Intel Polres Sumbawa IPTU Lalu Eka Rahadian M.M.Inov memastikan bahwa pihaknya akan mengawasi agar tidak terjadi gesekan akibat praktik penyelewengan harga di tingkat bawah. Kendala yang saat ini dihadapi, menurutnya, adalah adanya praktik ijon atau kemitraan yang mengikat petani untuk menjual hasil panennya kepada pengijon, sehingga potensi keuntungan petani menjadi tidak maksimal karena harus melunasi hutang terlebih dahulu. Kita berharap petani dapat menikmati usahanya karena petani juga bagian dari rantai pasok yang sangat penting seperti rantai makanan, ekosistem akan seimbang manakalan semuanya mendapatkan bagian atau keuntungan 

Pertemuan hearing ini diharapkan menjadi langkah yang konstruktif dalam mewujudkan kolaborasi yang kuat antara petani, pengusaha, dan pemerintah, demi tercapainya kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para petani di Kabupaten Sumbawa. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow