Ramadan Bulan Tarbiyah: Ustadz Tanzilul Hadi Tekankan Peran Orang Tua dalam Mendidik Generasi
Ramadan Bulan Tarbiyah: Ustadz Tanzilul Hadi Tekankan Peran Orang Tua dalam Mendidik Generasi
Sumbawa. Samapuin – Memasuki malam kesebelas Ramadan, suasana khidmat dan penuh energi spiritual menyelimuti Masjid Jami' Annur, Kelurahan Samapuin. Ratusan jamaah hadir melaksanakan salat Isya berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kultum (kuliah tujuh menit) oleh Ustadz Tanzilul Hadi, SH.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Tanzilul Hadi mengawali dengan ajakan untuk senantiasa berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, sosok yang telah membimbing umat manusia dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam yang terang benderang.
Melanjutkan materi malam sebelumnya, Ustadz Tanzilul menekankan bahwa bulan suci Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum Tarbiyah atau pendidikan bagi setiap Muslim. Dirinya menjelaskan bahwa pada bulan ini, setiap individu diuji kesabarannya dalam beribadah kepada Allah SWT.
"Ramadan adalah bulan pendidikan bagi kita semua. Kita diminta untuk sungguh-sungguh bersabar dalam menjalankan ketaatan, terutama dalam melaksanakan *Qiyamullail* (salat malam)," tuturnya. Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa siapa pun yang melaksanakan Qiyamullail dengan iman dan mengharap rida Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni.
Tanggung Jawab Orang Tua dan Peran Ibu
Poin utama yang ditekankan dalam tausiyah malam ini adalah kewajiban orang tua dalam menjaga keluarga. Mengutip ayat Al-Qur'an, beliau mengingatkan: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
Menurutnya, hidayah memang merupakan hak prerogatif Allah SWT, namun tugas manusia, khususnya para orang tua di Kelurahan Samapuin, adalah terus berdakwah dan membimbing anak-anak agar lebih dekat kepada Allah.
Ustadz Tanzilul memberikan perhatian khusus pada peran ibu sebagai Madrasatul Ula (sekolah pertama) bagi anak-anak.
Diantaranya dalam Pendidikan Dasar agama dengan menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an melalui pengenalan huruf Hijaiyah. Selanjutnya memberikan pemahaman fondasi agama sejak dini seperti aqidah tauhid. Demikian pula nilai dan implementasi Etika dan Karakter muslim. Menanamkan tata krama, budi pekerti, dan akhlakul karimah agar anak tumbuh dengan perilaku yang baik.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Tanzilul Hadi mengajak seluruh jamaah untuk tidak berhenti menuntut ilmu. Beliau mengingatkan bahwa perintah belajar tidak dibatasi oleh usia, melainkan berlangsung sejak lahir hingga liang lahat.
"Pendidikan karakter dan agama harus terus kita tanamkan. Jangan lelah untuk belajar dan mendidik, karena itulah bekal utama kita dan keluarga," pungkasnya.
What's Your Reaction?
