Ponpes Madinah Al Munawaroh Jadi Pionir: DPRD Sumbawa Dorong Swasembada Buah Dukung Program Makan Bergizi Nasional
Ponpes Madinah Al Munawaroh Jadi Pionir: DPRD Sumbawa Dorong Swasembada Buah Dukung Program Makan Bergizi Nasional
Sumbawa, Alas.Amarmedia.co.id – Sebuah langkah konkret menuju kemandirian pangan ditunjukkan dari balik dinding Pondok Pesantren (Ponpes) Madinah Al Munawaroh, Desa Labuan Alas. Pada Sabtu (24/1/2026), jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa meninjau langsung potensi besar pertanian terintegrasi yang digagas oleh lembaga pendidikan tersebut.
Hadir dalam peninjauan tersebut Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, didampingi Wakil Ketua III,Zulfikar Dimitry, serta anggota DPRD lainnya seperti Muhammad Taufik, Ketut Sawitra, Kaharuddin Ida Rahayu dan Hj Jamila serta Sri Wahyuni. Kehadiran mereka disambut langsung oleh pengasuh pondok, H. Andi Mappelepui.
Dalam kunjungannya, Nanang Nasiruddin menegaskan bahwa kebun semangka di lokasi ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa. Menurutnya, hasil panen ini merupakan solusi strategis untuk menjadi pemasok utama kebutuhan sayur dan buah di Kecamatan Alas dan sekitarnya.
"Alhamdulillah, buahnya sudah besar-besar dan siap petik. Ini sangat relevan dengan upaya kita mendorong Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah yang kini menjadi prioritas nasional. Kita ingin kebutuhan gizi anak-anak kita dipasok dari tanah kita sendiri," ujar Nanang dengan optimis.
Ditambah oleh Waka III Zulfikar Demitry bahwa Lahan seluas 12 hektar milik Ponpes Madinah Al Munawaroh ini menerapkan konsep pertanian terintegrasi. Selain semangka yang menjadi primadona saat ini, lahan tersebut juga dioptimalkan untuk Peternakan Sapi dengan memanfaatkan tanaman pakan seperti rumput gajah.
"Kedepannya juga bisa untuk Hortikultura lainnya. Rencana penanaman pohon jeruk di sela-sela tanaman semangka sehingga mengubah "lahan tidur" bisa menjadi kawasan hijau yang bernilai ekonomi tinggi" ujarnya.
Anggota DPRD, Muhammad Taufik, mengaku kagum dengan pola pengelolaan lahan ini. "Ini adalah contoh nyata bagaimana pesantren bisa mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga ekosistem pangan lokal," tambahnya.
Meskipun memiliki potensi luar biasa, H. Andi Mappelepui menyampaikan bahwa pengembangan kawasan ini masih menemui kendala akses. Saat ini, ponpes yang menampung santri putra dan sedang membangun ruang kelas baru untuk santriwati ini sangat membutuhkan dukungan infrastruktur.
Kebutuhan Mendesak Ponpes adalah Pembangunan Jalan Area Pondok Untuk mobilitas santri dan pengelola dan Jalan Usaha Tani untuk mempermudah distribusi hasil kebun menuju pasar agar biaya logistik lebih efisien.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Sumbawa siap mengawal potensi lokal agar daerah tidak lagi bergantung pada pasokan buah dari luar. Dengan daerah yang subur, kemandirian pangan bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang sedang dipanen (AM)
What's Your Reaction?
