Pemkab Sumbawa Desak Solusi Konkret ke Pusat: 5 Titik Blankspot dan Lemah Sinyal Jadi Prioritas Penanganan BAKTI
Pemkab Sumbawa Desak Solusi Konkret ke Pusat: 5 Titik Blankspot dan Lemah Sinyal Jadi Prioritas Penanganan BAKTI
Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (15 Oktober 2025 ) - Pemerintah Kabupaten Sumbawa (Pemkab Sumbawa) melalui Dinas Kominfo-nya menyuarakan kebutuhan mendesak untuk percepatan penanganan area blankspot dan lemah sinyal di wilayah Kabupaten Sumbawa. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Daerah Blankspot dan Lemah Sinyal yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi di Mataram pada 14 Oktober 2025 lalu.
Berdasarkan hasil pemetaan per Maret 2025, Kabupaten Sumbawa tercatat memiliki 5 lokasi titik blankspot, di samping sejumlah titik lemah sinyal. Angka ini menempatkan Sumbawa sebagai salah satu daerah yang menjadi fokus utama dalam agenda transformasi digital NTB.
Mewakili Pemkab Sumbawa, Kepala Bidang Teknologi Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Sumbawa, Heri Kusmanto, S.Sos, M.M, menegaskan dukungan penuh terhadap komitmen Pemprov NTB untuk memastikan akses internet yang memadai di seluruh wilayah. Namun, ia juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi daerahnya, terutama di tingkat dusun.
Titik Krusial di Tingkat Dusun
Heri Kusmanto memaparkan, masalah blankspot di Kabupaten Sumbawa kini fokus pada titik-titik berbasis dusun. Ini mengindikasikan bahwa meskipun desa secara administrasi mungkin sudah terjangkau, kantong-kantong masyarakat di pelosok masih terisolasi secara digital.
"Diakui masih terdapat titik lemah sinyal di wilayah Kabupaten Sumbawa. Data ini telah kami sampaikan dalam rapat agar segera disampaikan ke Kementerian ," ujar Heri.
Beberapa dusun yang menjadi perhatian serius karena kondisi blankspot meliputi: Dusun Senawang A, Desa Senawang, Dusun Tengkelak Desa Mungkin Kecamatan Orong Telu, Dusun Batu Tala, Desa Bao Desa, Dusun Sampar Kuang Rea dan Dusun Tanah Smea Desa Batu Rotok
Harapan Pembangunan Baru dari BAKTI
Pemkab Sumbawa sangat berharap pada peran BAKTI dalam program intervensi ini. Heri Kusmanto menjelaskan, untuk kawasan dengan sinyal lemah yang dinilai tidak layak secara bisnis (non-komersial) oleh operator seluler, satu-satunya harapan adalah melalui program pembangunan dari BAKTI.
"Kalau kita mengharapkan operator seluler (membangun) tidak layak secara busnis, maka harus BAKTI. Masalahnya, kita berharap adanya pembangunan baru," tegasnya, sembari menantikan strategi konkret dari pemerintah pusat.
Selain mendorong operator seluler untuk membangun di daerah yang existing sinyalnya lemah, Pemkab Sumbawa juga mendesak adanya solusi lain yang spesifik untuk daerah blankspot. Mereka berkomitmen untuk intensif berkoordinasi dengan pusat agar kebutuhan konektivitas di 157 desa dan dusun yang terisolasi dapat terakomodir.
Dalam rakor yang juga dihadiri Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota lain, serta Bappeda NTB dan perwakilan BAKTI, disepakati bahwa penanganan akan diprioritaskan pada wilayah dengan potensi ekonomi besar seperti pariwisata, perikanan, dan pertanian, sejalan dengan program digitalisasi desa.
Rakor ini menjadi langkah awal menuju penyusunan kebijakan payung provinsi dan dilanjutkan dengan validasi lapangan, sinkronisasi, dan pembentukan forum lanjutan untuk memastikan seluruh masyarakat NTB, termasuk warga di dusun-dusun terpencil di Sumbawa, dapat menikmati konektivitas yang setara. (AM)
What's Your Reaction?
