Operasi Tambang PT AMNT, Pemda Sumbawa dan KSB Bertemu Untuk Kemanfaatan Tambang Bagi ’’Tau Tana Samawa’’

amramr
Oct 17, 2024 - 08:16
 0  30
Operasi Tambang  PT AMNT, Pemda Sumbawa dan KSB Bertemu Untuk  Kemanfaatan Tambang  Bagi ’’Tau Tana Samawa’’
Operasi Tambang  PT AMNT, Pemda Sumbawa dan KSB Bertemu Untuk  Kemanfaatan Tambang  Bagi ’’Tau Tana Samawa’’
Operasi Tambang  PT AMNT, Pemda Sumbawa dan KSB Bertemu Untuk  Kemanfaatan Tambang  Bagi ’’Tau Tana Samawa’’

Operasi Tambang PT AMNT, Pemda Sumbawa dan KSB Bertemu Untuk Kemanfaatan Tambang Bagi ’’Tau Tana Samawa’’ 

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Menyikapi perkembangan di sektor pertambangan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa (Pemkab Sumbawa) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar dialog penting guna mempersiapkan transisi bidang pertambangan di kedua wilayah. Hal ini menyusul akan berakhirnya izin operasional perusahaan tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di KSB pada tahun 2030, sementara Kabupaten Sumbawa kini tengah bersiap menyambut hadirnya sektor pertambangan yang berlokasi di wilayah Dodo Rinti.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sumbawa, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos.,M.M., membuka Dialog Pengelolaan Pertambangan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) - Kabupaten Sumbawa Tahun 2024. Rapat ini berlangsung di ruang rapat lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa pada Rabu, (16/10).

Hadir dalam pertemuan tersebut Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut. M.AP dan ang-gota DPRD KSB Badaruddin Duri , Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa, M. Berlian Rayes para Asisten Pemkab Sumbawa dan Sumbawa Barat serta OPD Pemkab terkait. 

Pertemuan tersebut merupakan salah satu langkah strategis dalam rangka menyikapi persoalan aktivitas pertambangan yang saat ini berlangsung di Kabupaten Sumbawa barat yang di kelola oleh PT AMNT.

Dalam sambutannya Pjs Bupati Sumbawa Barat, Julmansyah, S.Hut., M.A.P., menyampaikan ini babak baru kolaborasi dua kabupaten,mengingat akan berakhirnya aktifitas pertambangan di Batu Hijau yang dikelola oleh PT. AMNT pada tahun 2030. Sehingga penting bagi KSB untuk menyiapkan basis ekonomi pasca tambang. Sementara Sumbawa harus menyiapkan diri menyambut pembukaan blok Rinti.

PT. AMNT kata Julmansyah,akan memulai aktifitas pertambangan yang ada di Elang Dodo Rinti, Sumbawa. Di satu sisi, drafteknokratik RPJMD KSB 2024 –2029, harus menyiapkan tahapan dan basis ekonomi 6 tahun sebelum penutupan Batu Hijau. ‘’Dan membangun hubungan fungsional antara keberadaan Operasional Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat dengan Operasional Blok Dodo Rinti di Kabupaten Sumbawa,’’ cetusnya.

“Oleh karena itu, kita akan mencoba membangun kebersamaan Sumbawa –KSB. Kita sudah mencoba berpikir tentang keberlanjutan pertambangan yang diharapkan menjadi pengungkit ekonomi wilayah. Siapa pun Bupati yang terpilih nantinya, tentunya upaya ini dapat di singkronkan dengan Visi Misi Bupati Terpilih,’’ ujarnya.

Pjs Bupati Sumbawa, Dr.Najamuddin Amy, S.Sos., M.M.,menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, terkait dengan penyusunan langkah-langkah konkrit dalam persiapan Kabupaten Sumbawa Barat pasca tambang dan kesiapan Kabupaten Sumbawa yang akan memulai tambang. 

Pertambangan merupakan sektor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Salah satu langkah-langkah konkrit tersebut sambung Pjs Bupati Sumbawa, untuk mempersiapkan sektor tambang ini.

Diantaranya perlunya di bangun balai latihan kerja yangbrepresentatif dalam mempersiapkan SDM yang mempuni pada sektor pertambangan.Sehingga, tenaga kerja disektor tambang perlu diprioritaskan. Sektor pertambangan selain dapat meningkatkan ekonomi daerah, juga dapat menyebabkan permasalahan lingkungan.’’ Oleh sebab itu, perlu rencana tindak lanjut untuk menyikapi permasalahan tambang di masa depan,’’ jelasnya.

Diskusi kemudian berlanjut dengan pemaparan daripara Asisten, Kepala Bappeda, dan Kabag Pemerintahan masing – masing Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Dalam diskusi tersebut, mencoba menyusun langkah-langkah kongkrit sebagai tindak lanjut dari pertemuan teresebut berupa berupa FGD untuk merumuskan pointer yang selanjutnya dapat menjadi dasar MoU.

Terkait hal tersebut baik Pjs Bupati Sumbawa maupun Pjs Bupati Sumbawa Barat berharap agar dapat melahirkan sebuah dokumen MoU sebagai hasil kongkrit dari pertemuan tersebut yang nantinya ditandatangani pada saat Harlah KSB tanggal 20 November mendatang.

‘’Kita awali saja dulu, kita semua saat ini berada pada pijakan harus meretas jalan pikiran dan aksi awal kebijakan pentingya memanfaatkanvsumber daya alam yang dititipkan kepada Sumbawa dan KSB. Kita yakini nanti Bupati terpilih memiliki visi mensejahterahkan rakyatnya.

Dan MoU ini akan sangat membantu tinggal dilanjutkan secara lebih teknis dalam tahapan berikutnya,’’ pungkas Najamuddin.

Pertemuan ini juga membahas potensi investasi, pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan, serta penguatan sektor lain seperti pariwisata, pertanian, dan kelautan yang dapat menjadi penunjang bagi perekonomian daerah selain tambang. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow