Mitigasi Bencana, Mahasiswa PROMER-UTS Desa Seteluk Tengah Gandeng Dinas BPBD Kabupaten Sumbawa Barat
Mitigasi Bencana, Mahasiswa PROMER-UTS Desa Seteluk Tengah Gandeng Dinas BPBD Kabupaten Sumbawa Barat
Sumbawa Barat. Amarmedia.co.id. Mahasiswa PROMER-UTS melaksanakan salah satu Program yaitu Penyuluhan Mitigasi bencana dengan tema: Masyarakat Sadar Bencana Alam (MASALA) yang di usung oleh Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknologi Sumbawa. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Penanggung jawab program Abdul Rahim, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Seteluk Tengah yang telah memfasilitasi kegiatan ini, baik dalam bentuk materil maupun non meteril. Program ini sebagai bentuk pembinaan masyarakat dibidang Teknik Sipil.
Mengingat Bencana Alam merupakan peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam yang dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan, infrastruktur dan kehidupan manusia serta bencana alam ini terus terjadi berkala tiap tahunnya.
Kepala Desa Seteluk Tengah Jaya Putra pada sambutannya, mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Mahasiswa KKN UTS dalam Program Merdeka ( PROMER) yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. "Kami berharap program ini bukan yang terakhir tetapi akan dilanjutkan dan terus dikembangkan" ujarnya Selasa (17/6/2025)
Setelah itu Kades Seteluk Tengah menyampaikan akan berkomitmen dalam meneruskan Program edukasi tentang cara menanggulangi bencana, baik gempa bumi, kebakaran dan bencana banjir demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dalam sesi Penyampaian Materi, Kasubbag Perencanaan BPBD Kabupaten Sumbawa Barat Ahmad, S. Pt., menyampaikan runtutan materinya mulai dari karakteristik dan ancaman bencana geologi, hidrometrologi di Indonesia, siaga bencana gempa bumi, prabencana, saat bencana, dan pasca bencana. Kemudian jenis bencana yang sering terjadi yaitu bencana alam, bencana non-alam dan bencana sosial.
Adapun langkah strategis penanganan bencana oleh BPBD dalam Manajemen Bencana yang dimulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapan, peringatan dini, tanggap darurat, bantuan darurat, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Dengan tujuan untuk mengurangi dampak atau risiko yang kemungkinan akan terjadi baik itu bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi, Tsunami dan gunung berapi.
Pada sesi tanya jawab, masyarakat mempertanyakan sekaligus menyampaikan aspirasinya terkait pembuangan sampah di sungai, yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, rusaknya lingkungan dan ekosistem sungai. Sebagai upaya untuk menangani masalah tersebut, pemerintah harus berperan aktif, mulai dari Pemerintah Desa, dan Dinas Lingkungan Hidup serta pembentukan Tim Khusus.
Terakhir dalam closing stetment-nya Ahmad, S. Pt. mengatakan "sebagai langkah kongkrit untuk mencegah ketika terjadinya bencana, yaitu masyarakat harus meningkatkan kesadaran diri dan rasa tanggung jawab terhadap bencana".
Abdul Rahim dalam menutup kegiatan menyampaikan bahwasanya Penyuluhan/Sosialisasi ini bukan hanya untuk tamu undangan saja, akan tetapi diharapkan informasi ini diteruskan kepada keluarga dan masyarakat. (AM)
What's Your Reaction?
