Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa

amramr
Jul 16, 2026 - 18:04
Jul 16, 2026 - 18:51
 0  15
Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa

Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa

Oleh  : Abdul Ma'ruf Rahmat SP.

Hilirisasi mineral telah ditetapkan sebagai tulang punggung transformasi ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan elemen strategis dalam peta jalan industri hilir nasional. Namun, seiring dengan operasional smelter yang kompleks, tuntutan terhadap standar operasional, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan semakin mengemuka. Langkah Komisi XII DPR RI yang memperketat pengawasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 14 Juli 2026 lalu menjadi sinyal penting bahwa hilirisasi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan ketat.

Dalam RDP Komisi XII DPR RI, Presiden Direktur PT AMMAN Rahmat Makkasau menjelaskan bahwa operasional fasilitas pemurnian mineral (smelter) merupakan proses dengan teknologi tinggi yang melibatkan risiko teknis yang tidak kecil. Pengalaman PT Amman, yang sempat menghadapi kendala pada flash furnace dan kebocoran acid cooling pada tahun 2025 lalu menjadi catatan pembelajaran krusial. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, secara bijak memandang bahwa tantangan trial and error dalam penerapan teknologi baru adalah hal yang lumrah dalam industri berat.

Namun, pengawasan periodik yang dilakukan oleh pemerintah dan legislatif bukan dimaksudkan untuk menghambat, melainkan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki mitigasi risiko yang mumpuni. Kedatangan suku cadang pengganti pada Juli 2026 dan rencana perbaikan permanen pada masa planned shutdown Juni 2027 menunjukkan responsibilitas perusahaan. Komitmen untuk mengoptimalkan operasional setelah sempat terkendala merupakan ujian bagi resiliensi PT Amman dalam mempertahankan kontinuitas pasokan konsentrat dari Tambang Batu Hijau menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti katoda tembaga, emas, dan perak.

Transformasi Menuju Industri Hijau

Di luar aspek smelter, PT Amman telah menunjukkan langkah konkret dalam transformasi berkelanjutan. Penggunaan Combined Cycle Power Plant (CCPP) 450 MW yang dipadukan dengan tenaga surya (solar PV) 26,8 MWp merupakan langkah progresif dalam menekan jejak karbon. Efisiensi yang dicapai melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) pada sistem flotasi dan pemeliharaan prediktif membuktikan bahwa modernisasi pertambangan kini berfokus pada efisiensi sumber daya dan keberlangsungan jangka panjang.

Direktur Utama PT AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, dalam Laporan Keberlanjutan 2025 mengungkapkan bahwa kemajuan berkelanjutan adalah sebuah tujuan, bukan sekadar target. keberlanjutan adalah perjalanan yang melekat dalam jati diri perusahaan.

Dijelaskannya, Transformasi AMMAN ditandai dengan keberhasilan operasional pada beberapa fasilitas strategis. Penambangan Fase 8 kini telah menghasilkan bijih untuk menopang produksi hingga 2030. Selain itu, smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) milik perusahaan telah mencapai fase commissioning, yang memungkinkan AMMAN memproduksi katoda tembaga dengan standar internasional (LME Grade A), emas murni, perak murni, serta produk sampingan lainnya.

Pencapaian ini menandai momen transformatif bagi AMMAN, yang menunjukkan kemajuan kami dari bisnis yang hanya berfokus pada pertambangan menjadi produsen logam yang sepenuhnya terintegrasi.

Komitmen Lingkungan dan Sosial

Di bidang lingkungan, AMMAN mencatatkan rekor reklamasi lahan seluas 92,67 hektare, angka tertinggi dalam sejarah operasional perusahaan. Pengelolaan tailing dilakukan dengan ketat melalui sistem penempatan laut dalam, didukung oleh pemantauan rutin sesuai standar industri global.

Aspek sosial juga menjadi prioritas utama dengan investasi sebesar USD 5,6 juta untuk pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Perusahaan juga menunjukkan keberpihakan pada ekonomi lokal dengan melibatkan 1.566 pemasok lokal, yang mencakup 88% dari total pengeluaran pengadaan perusahaan.

Menyongsong 2026 dan Standar Internasional

Memasuki tahun 2026, AMMAN memfokuskan diri pada pencapaian operasi yang stabil di seluruh aset terintegrasi. Perusahaan juga tengah melakukan penguatan sistem internal sebagai persiapan untuk transisi menuju Standar Pengungkapan Keberlanjutan nasional (PSPK 1 dan PSPK 2) yang merujuk pada standar internasional IFRS.

Perusahaan terus menyempurnakan tata kelola data, pemantauan emisi, dan pengawasan risiko. Langkah ini memastikan AMMAN tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga tetap berada di depan ekspektasi pasar global yang terus berkembang.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, AMMAN optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Kesimpulan

Keberlanjutan usaha pertambangan PT Amman di Sumbawa kini berada dalam fase krusial. Pengawasan intensif dari Komisi XII DPR RI adalah bentuk dukungan agar perusahaan tetap berada pada jalur yang benar, yakni hilirisasi yang patuh pada standar lingkungan global dan keselamatan kerja. Dengan menggabungkan teknologi mutakhir, pengelolaan limbah yang transparan, dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat, PT Amman memiliki modal kuat untuk terus menjadi pionir dalam industri pertambangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi masa depan Indonesia. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow