Melampaui Target! Pendapatan Daerah Sumbawa Naik 11,13% di Tahun Pertama Jarot–Ansori
Melampaui Target! Pendapatan Daerah Sumbawa Naik 11,13% di Tahun Pertama Jarot–Ansori
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Baru setahun menjabat, pasangan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot MP dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori (Jarot-Ansori) langsung tancap gas. Salah satu janji kampanye paling ambisius mereka—menaikkan pendapatan daerah—mulai menunjukkan hasil yang melampaui ekspektasi awal.
Berdasarkan data realisasi Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mencatat pertumbuhan pendapatan daerah sebesar 11,13 persen. Angka ini tercatat melampaui target rata-rata tahunan yang dipatok sebesar 10 persen guna mengejar akumulasi kenaikan 50 persen di akhir masa jabatan (2029).
Lompatan Angka yang Signifikan
Peningkatan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan suntikan dana segar sebesar lebih dari Rp234 miliar bagi kas daerah dalam kurun waktu satu tahun saja.
Tahun 2024 Total Pendapatan Rp2.109.335.628.713 dan Tahun 2025 Rp2.344.039.765.235 terdapat Selisih (Kenaikan) Rp234.704.136.522 dengan Persentase 11,13%
Strategi di Balik Pencapaian
Bupati Sumbawa, yang akrab disapa Haji Jarot, mengungkapkan bahwa rahasia di balik tren positif ini adalah kombinasi antara efisiensi birokrasi dan optimalisasi potensi lokal.
“Peningkatan ini adalah fondasi penting untuk memperluas ruang fiskal. Dengan pendapatan yang lebih besar, kita punya kemampuan lebih untuk membiayai program prioritas, meningkatkan layanan publik, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Haji Jarot kepada media, Selasa (24/2/2026).
Langkah-langkah strategis yang telah diterapkan meliputi Optimalisasi PAD dengan menjaring potensi Pendapatan Asli Daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Juga Tata Kelola Digital dengan memperkuat sistem pengelolaan pendapatan agar lebih transparan dan efektif. Serta Sinergi Fiskal untuk mempererat koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memastikan aliran dana transfer tepat sasaran.
Dengan realisasi yang menembus angka Rp2,34 triliun, pemerintah optimis bahwa target jangka menengah (kenaikan 50% pada 2029) kini bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang sangat realistis.
Haji Jarot menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci. Jika ritme pertumbuhan di atas 10 persen ini dapat dipertahankan setiap tahunnya, maka kapasitas fiskal Sumbawa akan semakin kuat untuk membawa perubahan nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (AM)
What's Your Reaction?
