Lunyuk–Lenangguar Jadi "Proyek Gagal" NTB: Rp19 Miliar Menguap, Rakyat Jadi Korban di Jalan Berlumpur

amramr
Feb 23, 2026 - 21:49
Feb 23, 2026 - 21:56
 0  20
Lunyuk–Lenangguar Jadi "Proyek Gagal" NTB: Rp19 Miliar Menguap, Rakyat Jadi Korban di Jalan Berlumpur

Lunyuk–Lenangguar Jadi "Proyek Gagal" NTB: Rp19 Miliar Menguap, Rakyat Jadi Korban di Jalan Berlumpur

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Proyek penanganan jalan long segment ruas Lenangguar–Lunyuk kini resmi menjadi sorotan tajam sebagai salah satu "proyek gagal" di lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan alokasi anggaran fantastis mencapai Rp19 miliar dari APBD Provinsi NTB, proyek ini tak hanya mandek secara fisik, tetapi juga diduga kuat syarat akan permainan sejak proses tender.

Berdasarkan investigasi tim Gabungan Jurnalis Investigasi (GJI) NTB, proyek yang seharusnya tuntas pada 31 Desember 2025 ini telah diberikan kelonggaran waktu atau adendum selama 50 hari. Namun, hingga masa tambahan waktu berakhir pada Jumat (20/2/2026) lalu, kontraktor pelaksana, PT Amar Jaya Perkasa (AJP), gagal menyelesaikan kewajibannya.

Kondisi di lapangan menunjukkan progres fisik yang masih tertatih. Ironisnya, muncul dugaan bahwa PT AJP memindah-tangankan pengerjaan proyek tersebut kepada pihak lain di tengah jalan, yang disinyalir menjadi pemicu amburadulnya manajemen pengerjaan.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Abdul Rahim, S.T., mengungkapkan keganjilan yang sangat mencolok terkait tata kelola anggaran proyek ini.

"Informasi yang kami terima, progres fisik masih di kisaran 50 persen, sementara isu yang beredar pencairan anggaran sudah mencapai 70 persen. Ini tidak sinkron dan harus dipertanyakan. Kami di Komisi IV segera memanggil dinas terkait untuk klarifikasi resmi," tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Tak hanya soal pengerjaan, Abdul Rahim juga menyoroti "borok" sejak proses tender. Muncul indikasi kuat adanya penyimpangan prosedur oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan terkait verifikasi teknis *Asphalt Mixing Plant (AMP) yang diduga tidak profesional dan menyalahi aturan.

Kegagalan proyek ini berdampak langsung pada nadi ekonomi masyarakat. Pada Senin (23/2/2026), sebuah truk pengangkut jagung kembali terguling di jalur lintas selatan tersebut. Truk terperosok ke dalam lubang jalan yang dalam dan tertutup genangan air becek, menyebabkan muatan jagung tumpah berserakan.

Peristiwa ini terekam jelas dalam unggahan akun media sosial warga setempat, Uki Kifli, yang menunjukkan antrean kendaraan mengular akibat akses jalan yang hancur. Ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir, membuktikan bahwa jalur vital bagi petani dan nelayan ini telah berubah menjadi "jalur maut".

Kekhawatiran para kepala desa dan camat di wilayah Lunyuk kini menjadi kenyataan pahit. Di tengah musim hujan, distribusi hasil bumi menjadi lumpuh. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas PUPR NTB lebih memilih bungkam dan tidak memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media.

Masyarakat kini mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT AJP dan mengevaluasi kinerja Dinas PUPR. Uang rakyat sebesar Rp19 miliar dinilai telah menguap tanpa memberikan manfaat nyata, justru meninggalkan penderitaan bagi warga yang melintas. (GJI NTB)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow