Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional

amramr
Oct 6, 2025 - 15:13
Oct 6, 2025 - 16:02
 0  117
Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional
Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional
Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional
Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional
Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional

Lompatan Kelas UMKM Sumbawa: Program Bale Berdaya PT AMNT Jadikan Produk Lokal Siap Bersaing di Kancah Nasional

Foto Aneka Produk UMKM yang tergabung dalam program Bale Berdaya yang diinisiasi PT Amman 

Sumbawa, Amarmedia.co.id - (5 Oktober 2025) Program Bale Berdaya, yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan KUMPUL atau PT Ruang Kreasi Berdaya, terbukti menjadi akselerator signifikan dalam penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumbawa. Program ini dirancang bukan sekedar jalan menuju kemudahan akses bantuan modal, melainkan sebagai wadah pemberdayaan yang memberikan ilmu dan pendampingan berkelanjutan agar UMKM lokal dapat bersaing di pasar regional hingga nasional.

Dengan adanya show case Bale Berdaya di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat luar daerah yang berkunjung ke Sumbawa dan menjadikannya sebagai oleh - oleh khas Sumbawa.

Delia Puspita Cahyani, S.Biotek, Residence Buddy Bake Berdaya Kecamatan Moyo Hulu, menjelaskan bahwa Bale Berdaya bertujuan menjadi penggerak ekonomi lokal dan pendukung sektor pariwisata melalui produk lokal berkualitas.

Strategi Seleksi Ketat dan Pendampingan Eksklusif 

Dikatakannya, Program Bale Berdaya menerapkan proses seleksi yang sangat ketat. Di Kecamatan Moyo Hulu saja, 50 UMKM yang berminat harus melalui proses wawancara yang melibatkan dinas-dinas terkait.

"Kami melakukan wawancara dengan 50 UMKM yang datang. Kami melihat bagaimana prospek usahanya apakah bisa berkelanjutan atau tidak, dan yang terpenting adalah komitmen," ujar Delia. Ia menegaskan, program ini fokus pada pemberian ilmu dan pendampingan, bukan alat atau uang.

Legalitas, Marketing, dan Kenaikan Omzet

Dijelaskannya, benefit yang didapatkan UMKM dari program pelatihan intensif Bale Berdaya  selama dua tahun ini sangat komprehensif, mencakup aspek legalitas hingga branding. 

"Legalitas dan Perizinan UMKM dibantu dalam pengurusan izin edar, BPOM, PIRT, sertifikasi halal, dan sanitasi" imbuhnya.

Semula peningkatan kapasitas keilmuan dan pengalaman yang  narasumbernya diberikan oleh expert nasional sekaligus pelaku usaha sukses juga meliputi business model canvas, digital marketing, legalitas, dan packaging baru.

Lebih jauh Delia mengungkapkan bahwa peserta dalam program ini di ujung pembinaan mendapatkan kemudahan akses permodalan dari Perbankan. "Program ini membantu UMKM terhubung dengan lembaga perbankan, sehingga mereka mendapatkan skema permodalan dari Kredit Usaha Rakyat" jelasnya.

"Produk-produk yang kami jual kini sudah lengkap izin edarnya, dan kemasannya juga sudah bisa naik kelas untuk bersaing di pasar-pasar nasional," kata Delia ditemui di show case Bale Berdaya Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa 5 Oktober 2025.

Produk-produk kerajinan unggulan Kabupaten Sumbawa, termasuk karya dari UMKM binaan Program Bale Berdaya tampil di panggung nasional. Diantaranya Keikutsertaan dalam Dekranas Expo 2025 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Leyne Sagay saat itu mewakili UMKM yang dibina Bale Berdaya 

Mengutip pesan Ketua Dekranas Sumbawa Hj. Ida Fitria Jarot bahwa misi utama keikutsertaan tersebut bukan semata untuk pameran, melainkan untuk menciptakan kesempatan pasar, pengakuan identitas budaya, dan membuka akses UMKM ke jaringan nasional.

Stand Kabupaten Sumbawa saat itu  diisi dengan produk kriya unggulan, seperti wastra tenun Sumbawa, kerajinan tangan tradisional, dan berbagai produk hasil binaan Bale Berdaya. Keterlibatan Bale Berdaya memastikan produk yang dipamerkan memiliki standar kualitas dan packaging yang siap bersaing di pasar luar daerah.

Keikutsertaan produk binaan Bale Berdaya di Dekranas Expo 2025 pada 9–11 Juli 2025 lalu  menjadi bukti nyata produk UMKM mampu bersaing di tingkat Nasional.

Fokus pada Kawasan Eksplorasi Tambang

Bale Berdaya juga fokus menyasar UMKM yang berada di wilayah radius eksplorasi tambang, meliputi Kecamatan Moyo Hulu, Ropang, Lantung, Lunyuk, Lenangguar, dan Orong Telu. Produk yang dikembangkan beragam, mulai dari madu, kerajinan, kopi, makanan, minuman, hingga sektor pertanian.

Delia menambahkan bahwa tantangan seperti motivasi UMKM yang turun dapat diatasi melalui peran Residence Buddy. "Kami sebagai Residence Buddy tetap merangkul UMKM, mendampingi mereka secara eksklusif, dan membantu mengimplementasikan materi yang sudah diberikan oleh expert," jelas Delia.

Sorotan Pengusaha Lokal terhadap Program Pemberdayaan Masyarakat 

Dedi Kevin Molajake, tokoh pemuda dan pengusaha Sumbawa, kepada awak media menegaskan bahwa Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang sebelumnya dikenal sebagai CSR, harus dioptimalkan menjadi investasi strategis yang berkelanjutan bagi masyarakat termasuk kepada PT Amman.

Ia menyoroti bahwa PPM yang ideal harus mampu menyeimbangkan tujuan ekonomi perusahaan dengan kebutuhan sosial dan lingkungan masyarakat. 

Program PPM tidak boleh berhenti pada "pencitraan" atau bantuan sesaat. Dedi Kevin menekankan bahwa keberhasilan PPM harus diukur berdasarkan pada kebutuhan nyata komunitas lokal, bukan sekadar agenda perusahaan, harus memiliki visi yang melampaui masa operasi tambang. " Program harus diarahkan pada sektor-sektor yang menciptakan kemandirian, seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM, bukan hanya bantuan konsumtif" jelasnya.

Melalui Bale Berdaya, PT AMNT menunjukkan peran aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, membuktikan bahwa sinergi antara korporasi besar, pemerintah lokal (melalui kerja sama dengan Camat dan Kepala Desa), dan komunitas adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sumbawa.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow