Kuota Nasional Turun 6,5 Persen, Pertamina Pastikan Jatah LPG 3 Kg di Sumbawa Tetap Stabil

amramr
Mar 12, 2026 - 11:01
Mar 12, 2026 - 11:07
 0  45
Kuota Nasional Turun 6,5 Persen, Pertamina Pastikan Jatah LPG 3 Kg di Sumbawa Tetap Stabil

Kuota Nasional Turun 6,5 Persen, Pertamina Pastikan Jatah LPG 3 Kg di Sumbawa Tetap Stabil

Mataram.Amarmedia.co.id– Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan energi, Pertamina Patra Niaga Sales Area Manager (SAM) NTB Dany Hutama Aji didampingi Tommy Wisnu Ramdan yang menjabat sebagai SBM Rayon 1 NTB memberikan penjelasan komprehensif mengenai peta distribusi LPG dan BBM di wilayah Pulau Sumbawa. Meski secara nasional kuota subsidi mengalami penurunan, Pertamina berkomitmen menjaga stabilitas pasokan di tingkat agen dan pangkalan.

Dalam pertemuan bersama Komisi II DPRD Sumbawa, Rabu 12 Maret 2026 di Kantor Dinas ESDM Provinsi NTB, Sales Area Manager NTB Dany akrab disapa menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, terdapat penurunan kuota LPG dari Pemerintah Pusat untuk wilayah NTB sebesar 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Pertamina menegaskan masyarakat tidak perlu panik.

"Kami pastikan bahwa meskipun kuota turun, penyaluran LPG yang kami salurkan ke masing-masing agen tetap sama dengan tahun 2025 demi memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," jelas Dany.

Pertamina mengakui adanya tantangan operasional di Pulau Sumbawa yang luas wilayahnya mencapai empat kali lipat dari Pulau Lombok. Saat ini, distribusi LPG di Sumbawa hanya ditopang oleh dua SPBE di Sumbawa dan satu di Bima.

"Kondisi geografis yang luas dan sarana yang masih dalam tahap konversi menjadi tantangan tersendiri. Terkadang terjadi keterlambatan pengiriman ke pangkalan karena jarak tempuh yang jauh dan operasional SPBE yang sudah maksimal melayani puluhan truk hingga malam hari," tambahnya.

Menyambut momentum hari raya, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang beroperasi mulai 9 Maret hingga 5 April 2026 mendatang. Seluruh tim operasional dilarang mudik guna memastikan pengawasan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar.

Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-20 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan mulai 24 hingga 29 Maret. Pertamina menjamin ketahanan stok saat ini berada pada level aman, dengan rata-rata ketahanan stok LPG di atas 7 hari dan BBM (Pertalite/Solar) di atas 8-9 hari

 Dorong Ketepatan Sasaran dan Solusi "Extra Dropping"

Untuk mengatasi kelangkaan di titik tertentu, Pertamina menawarkan solusi berupa Extra Dropping atau penambahan alokasi di luar kuota reguler. Namun, hal ini memerlukan dukungan administrasi dari Pemerintah Daerah.

"Jika ada gejolak atau antrean di suatu wilayah, kami mohon Pemerintah Daerah melalui Bupati atau Kepala Dinas segera bersurat kepada kami. Surat tersebut menjadi dasar kami untuk mengusulkan fakultatif.

Selain itu, Pertamina mendorong sektor usaha seperti hotel, restoran, dan laundry agar beralih menggunakan LPG non-subsidi (Bright Gas) dan tidak mengambil hak masyarakat miskin. Pertamina juga membuka peluang ekspansi program penukaran dua tabung kosong 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kg guna memastikan subsidi lebih tepat sasaran.

"Kami juga berharap program konversi untuk petani dan nelayan bisa segera diusulkan. Jika mereka punya kuota khusus, maka mereka tidak lagi mengambil jatah LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi rumah tangga tangga miskin," pungkasnya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow