KP4S Gelar Dialog Terbuka, Siapkan Kongres Rakyat dan Piagam PPS Agustus 2025

amramr
Jun 24, 2025 - 15:08
Jun 24, 2025 - 15:10
 0  41
KP4S Gelar Dialog Terbuka, Siapkan Kongres Rakyat dan Piagam PPS Agustus 2025

KP4S Gelar Dialog Terbuka, Siapkan Kongres Rakyat dan Piagam PPS Agustus 2025

Sumbawa,Amarmedia.co.id— Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S) semakin gencar mengawal aspirasi pemekaran wilayah. Dalam sebuah dialog terbuka yang baru-baru ini diselenggarakan, KP4S bersama Dewan Pembina KP3S, H. Badrul Munir, mantan Wakil Gubernur NTB, membahas serangkaian agenda strategis demi terwujudnya Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Hadir Ketua Umum KP4S Alwan Hidayat, Ketua harian M. Taufan, Bendum Junaidi, Wakil Sekretaris Gulung Rahzen  dan Jayadi  sebagai Humas serta pengurus lainnya.

Disampaikan oleh Ketua Umum KP4S Alwan Hidayat bahwa salah satu agenda penting yang dibahas adalah rencana kunjungan ke Pesantren Dea Malela pada awal Juli 2025 untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional Prof. Dr. Din Syamsuddin Pertemuan ini diharapkan dapat merajut dukungan moral dan spiritual dari tokoh bangsa yang memahami urgensi pemekaran sebagai solusi pemerataan pembangunan dan keadilan.

Tak berhenti di situ, KP4S juga tengah mempersiapkan pertemuan besar dengan 99 tokoh masyarakat Pulau Sumbawa yang dijadwalkan dalam waktu dekat. "Pertemuan ini akan menjadi langkah awal menuju Kongres Rakyat Pulau Sumbawa, sebuah momentum akbar yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2025" jelas Alwan

Ditambah Ketua Harian TlM Topan bahwa dalam Kongres Rakyat tersebut, akan dibacakan Piagam PPS, sebuah deklarasi bersama yang menegaskan tekad kolektif rakyat Pulau Sumbawa untuk memperjuangkan pembentukan provinsi sendiri. Deklarasi ini bertujuan untuk mencapai pemerataan, keadilan, dan kedaulatan pembangunan di wilayah tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa perjuangan ini bukan sekadar wacana elit, tapi benar-benar lahir dari aspirasi akar rumput. Itulah mengapa KP4S terus membuka ruang partisipasi rakyat,” ujar Topan KP4S dalam dialog tersebut.

KP4S menyatakan bahwa gerakan ini akan terus mengedepankan prinsip demokrasi, musyawarah, serta melibatkan aktif berbagai lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuda, perempuan, akademisi, dan tokoh agama.

Ditempat yang sama Bendahara KP4S Junaidi menegasi bahwa dengan semangat gotong royong dan keyakinan yang tak tergoyahkan, KP4S menegaskan bahwa PPS adalah harga mati. "Rakyat Pulau Sumbawa telah cukup sabar menunggu, dan kini saatnya bergerak bersama menjadikan Agustus 2025 sebagai tonggak sejarah baru dalam peta ketatanegaraan Indonesia"pungkasnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow