Komisi II DPRD Sumbawa Tinjau Bendungan Beringin Sila: Optimalisasi Operasional Bagi Pasokan Air Pertanian dan Air Baku
Komisi II DPRD Sumbawa Tinjau Bendungan Beringin Sila: Optimalisasi Operasional Bagi Pasokan Air Pertanian dan Air Baku
Sumbawa.Amarmedia.co.id— Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur Bendungan Beringin Sila (BBS) jaringan irigasi, serta sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., dan jajaran anggota komisi Ida Rahayu SAP, Kaharuddin Z bersama Camat Utan Sartono dan Direktur Perumdam Batu Lanteh Abdul Hakim SE Selasa 6 Oktober 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Komisi II menyoroti pentingnya optimalisasi operasional bendungan untuk menjamin keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian maupun kebutuhan air baku masyarakat di wilayah sekitar.
Petugas UPB Sumbawa 2 Mulyadi menyampaikan Bendungan yang terletak di aliran Sungai Beringin Sila atau Brang Utan, Desa Tengah, Kecamatan Utan, ini memiliki peran strategis bagi wilayah Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sumbawa 2. Disamping UPB 2 mengelola BBS juga mencakup sejumlah wilayah layanan, seperti Bendungan ; Penyaring, Pemasar, Olat Rawa, BBS, Mamak, Mengkoang, hingga Pernek.
Kemudian lanjutnya, berdasarkan data teknis, bendungan BBS yang dibangun di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 61,5 kilometer persegi ini memiliki kapasitas tampung mencapai 32,75 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 126 hektar.
Dukungan Sektor Pertanian dan Reduksi Banjir
Kehadiran Bendungan Beringin Sila diproyeksikan mampu mengairi kawasan pertanian seluas 3.500 hektar, selain fungsi irigasi, bendungan ini juga diandalkan untuk menyuplai air baku sebesar 86 liter per detik serta memiliki kapasitas reduksi banjir hingga 85 meter kubik per detik.
Dalam sesi peninjauan dan dialog teknis, Komisi II DPRD Sumbawa turut mendiskusikan sejumlah poin penting terkait tata kelola air dan pemeliharaan infrastruktur bersama pihak pengelola Bendungan 2 dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I.
"Kami datang guna melihat dan memastikan stabilitas debit air yang disalurkan untuk irigasi pertanian dan air baku tetap terjaga, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem seperti musim kemarau panjang ini" ujar Haji Orek.
Dikonfirmasi oleh petugas UPB 2 di lokasi kunjungan terkait dengan mitigasi Sedimentasi, bahwa mengantisipasi potensi pendangkalan waduk melalui pemeliharaan berkala, yang umumnya dijadwalkan secara rutin dalam siklus lima tahunan mengingat usia operasional bendungan yang masih tergolong baru sejak diresmikan akhir 2022 lalu.
Komisi II juga menekankan pemantauan terhadap Keamanan Struktur. Menurut UPB 2 elevasi air tetap di pemantau sebagai bagian dari sistem keamanan bendungan melalui instrumen geoteknik harian guna mengontrol rembesan dan stabilitas fisik bangunan.
Komisi II juga mendorong sinergi bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan catchment area (kawasan tangkapan air) serta mengkaji potensi pengembangan sektor perikanan maupun pariwisata yang teratur di sekitar kawasan waduk.
Mulyadi menjelaskan bahwa area BBS bebas di kunjungi oleh masyarakat yang hendak berwisata. "Ada tempat parkir kendaraannya di depan tulisan Bendungan beringin Sila. Di sana ada cukup luas lapangan parkir dan masyarakat dapat berjalan kaki menuju bendungan. Kami di sini menjaga bendungan setiap hari 24 jam dengan pembagian shift jaga" ungkapnya.
Dorongan Penuntasan Jaringan Irigasi dan optimalisasi Air Baku
Di sela-sela kunjungan, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menegaskan bahwa infrastruktur sebesar dan semegah Bendungan Beringin Sila harus memberikan dampak kesejahteraan yang maksimal bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Oleh karena itu, pihaknya secara khusus menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar segera menuntaskan pembangunan infrastruktur pendukung, khususnya jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier.
"Kami berharap kepada pemerintah pusat agar pembangunan jaringan primer, sekunder, dan tersier dapat segera dituntaskan. Dengan tuntasnya jaringan ini, distribusi air ke lahan-lahan pertanian dan air baku masyarakat akan semakin lancar, sehingga manfaat besar dari Bendungan Beringin Sila ini dapat dirasakan secara optimal oleh para petani dan masyarakat Kabupaten Sumbawa," ujar H. Zohran.
Komisi II DPRD Sumbawa berkomitmen untuk terus mengawal fungsi pengawasan dan sinergi lintas instansi agar pengelolaan sumber daya air di daerah ini berjalan efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. (AM)
What's Your Reaction?