Komisi II dan HMI bersama Pemda Sumbawa Gelar Hearing : Bulog dan Offtaker Diminta Beli Jagung Petani Sesuai HAP
Komisi II dan HMI bersama Pemda Sumbawa Gelar Hearing : Bolog dan Offtaker diminta Serap Jagung Petani Sesuai HAP
Sumbawa.Amarmedia.co.id - Terkait harga jagung di Kabupaten Sumbawa, Oftacker yang ada menyatakan bahwa hari ini hanya mampu membeli jagung petani diharga Rp. 3800 perkg di gudang. Hal ini dinyatakan pada Pertemuan Hearing DPRD Kabupaten Sumbawa bersama HMI Cabang Sumbawa dan Pemerintah Daerah. Rabu 22 Mei 2024 di ruang rapat pimpinan DPRD.
Diantaranya hadir Wakil Ketua Komisi II Bunardi AMd Pi, Sekretaris Komisi II Ridwan SP. Anggota komisi II Adizul Syahabuddin SP.MS.i, dan Junaidi. Kepala Dinas Pertanian Kab.Sumbawa.Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, Kepala Dinas PanganIr. Irin Wahyu Indarni, Kepala Bulog Sumbawa Zuhri Hanafi, Pengusaha Jagung dari beberapa Perusahaan Pengelola Silo dan Gudang Jagung diantaranya PT SMP Wilson, PT SUL M Syaifuddin, PT CRA Naga Susanto, PT Garuda Daniel Salilatu, PT SAN Ferry.
Dalam kesempatan itu Riyan Hidayat Sekretaris HMI Cabang Sumbawa mengatakan bahwa HMI Cabang Sumbawa telah bersurat pada 20 Mei lalu meminta Hearing terkait dengan permasalahan Jagung di Kabupaten Sumbawa.
Dirinya meminta penjelasan tentang isu pertanian khususnya komoditi jagung, implementasi dari surat Badan Pangan Nasional di Kabupaten Sumbawa yang sifatnya sangat segera tentang Fleksibilitas harga jagung.
"Bukan hanya soal merespon harga jagung, tapi juga bagaimana peran pemerintah khususnya dinas pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani, apa saja langkah yang sudah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian," itu yang pertama ujar Riyan
Kemudian kedua lanjutnya, bagaimana kerja Bulog dengan perusahaan yang ada di kabupaten Sumbawa. Misalnya pengusaha yang swasta dalam berkontribusi terhadap pertanian sehingga dapat melahirkan rekomendasi penting hari ini.
Foto Kepala Bulog Sumbawa Zuhri Hanafi saat hearing dengan Komisi II DPRD (22/5/2024)
Atas hal itu Bulog Sumbawa menjelaskan bahwa Bapanas telah memerintahkan Bulog untuk menyerap jagung sebagai penugasan pertama. "Instruksi dalam bentuk perintah tertulis kepada jajaran per tanggal 26 April dan praktis tanggal 27 April segera mempersiapkan sarana dan prasarana yang ada di Sumbawa. Saat ini gudang sedang penuh dengan gabah." ungkap Zuhri.
Kemudian lanjutnya, Bulog membentuk beberapa mitra dengan harga Rp. 5000 perkg di terima di gudang Bulog dipotong pajak 1,5 % atau 75 rupiah perkg. Bulog sekarang kesulitan dalam Gudang dan mencoba memakai gudang swasta dan mulai pengisian atau penyerapan. " Jadi prinsipnya kami membeli sesuai harga Bapanas dan kadar airnya yang telah di olah sehingga memperpanjang usia penyimpanan. Harapan kami penyerapan dapat maksimal dilakukan" Ujarnya.
Dijelaskannya lagi mitra yang diajak adalah terdaftar di Bulog yang memiliki sarana pengeringan dan penyimpanan sementara sampai diambil oleh pemerintah dengan memperhatikan biaya pengeringan, karung dan penyimpanan karena Bolug belum mengetahui kapan jagung tersebut diambil dan dibawa kemana.
Atas hal itu Pimpinan Komisi II menegaskan bahwa harga yang berlaku di petani jauh dari harga acuan pembelian, sehingga petani menangis. "Tolong di cek dan diawasi mitranya membeli sesuai dengan instruksi Bapanas yang berdasarkan kadar airnya yang tertinggi 30% dengan harga sementara di petani saat ini bisa mencapai lebih 20 %. " tandasnya
Sementara itu Perwakilan pengusaha Jagung dari PT Segar Ferry menjelaskan bahwa dirinya di Sumbawa sudah berusaha sejak tahun 2007. Dengan berjalannya waktu menarik investor dan PT Segar bukan satu satunya pembeli di Sumbawa, sampai hari ini Pengusaha jagung Berkomitmen menyerap komoditi jagung untuk dijual ke pabrik pakan ternak
"Jadi Kami jembatan antara petani dan pabrik pakan ternak dengan kondisi harga Jagung yang dinamis. Tidak akan pernah stabil berdasarkan suplai dan demand. Pada saat suplai tinggi harga turun, dan saat Suplai rendah demand tetap haga naik" jelasnya
Ditegaskannya, saat ini over supply dan di Indonesia sedang panen raya sehingga otomatis harga turun. Ketika hari ini harga Rp 3.700 dirinya menyarankan jangan dijual dulu tapi simpan dulu. Berkenaan harga Bapanas dirinya bingung. "Disitu ada angka ditingkat produsen dan konsumen artinya dua sisi. Konsumen adalah pabrik pakan ternak atau peternak mandiri. Apakah harga harga 5000 di produsen dan 5800 di konsumen karena sampai hari ini belum ada konsumen Rp. 5.800"Urai Frans akrab disapa.
Kami hari ini mampunya beli di harga Rp. 3.700 - Rp 3.800 per kg karena harga jagung di Jawa Rp. 4.600 /kg. ucapnya diperkuat oleh pengusaha lainnya.
Dijelaskannya ada beberapa biaya dikeluarkan seperti operasional gudang, logistik dari pintu gudang ke penerima pabrik paling murah Rp. 600/kg dan margin. Harga bisa naik dan turun tergantung suplai dan demand atau buyer di jakarta, Semarang.
Ditambahkan oleh M Syaifuddin dari PT SUL bahwa di Sumbawa selain logistik kita mesti tahu akar masalahnya karena setiap tahun saat panen raya pasti turun harganya.
Tahun ini karena dampak cuaca yang mundur panennya bergeser untuk seluruh wilayah. Sumbawa khusus Lunyuk biasanya di bulan 1 bergeser ke bulan 3. "Solusinya pada penyelesaian problem tingginya harga bibit sampai ditangan petani dan tingginya harga pupuk. Kalau harga produksinya rendah maka bisa membuat margin bagi petani" cetusnya. (AM)
What's Your Reaction?
