Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

amramr
May 7, 2026 - 06:55
May 7, 2026 - 06:59
 0  26
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta
Tingkatkan Kualitas Narasi,  Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Yogyakarta. Amarmedia.co.id - Demi meningkatkan kualitas narasi dan storytelling, Museum Bala Datu Ranga (MBDR) melakukan studi banding ke lima museum terkemuka di Yogyakarta yaitu Museum Sonobudoyo, Museum Kraton Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu, Museum Benteng Vredeburg, dan Diorama Arsip Jogja. Kegiatan studi banding ini berlangsung tanggal 4 – 8 Mei 2026 yang diikuti oleh tiga staf museum yaitu Kurator, Edukator, dan Preparator Museum untuk meningkatkan mutu narasi dan alur penceritaan, penyampaian informasi kepada publik, dan penyajian koleksi dengan tata pameran yang terkonsep. 

Kepada Wartawan, Kamis 7 Mei 2026, Direktur Museum Bala Datu Ranga Yuli Andari Merdekaninggias MA mengatakan bahwa MBDR memilih Yogyakarta sebagai lokasi studi banding museum karena di kota ini eksis museum-museum yang memiliki kualitas bagus dan sudah memenuhi standar museum tingkat nasional maupun internasional. Museum Sonobudoyo misalnya telah dibentuk pada tahun 1931 hasil dari Kongres Kebudayaan Java Instituut di Yogyakarta. Sehingga museum ini merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia karena telah eksis bahkan sebelum Indonesia merdeka. Museum kedua yang dikunjungi yaitu Museum Benteng Vredeburg merupakan museum yang menempati bekas bangunan benteng pertahanan Belanda yang dibangun tahun 1760.

Museum Kraton Yogyakarta merupakan museum tipe A yang khusus mengoleksi benda-benda milik Kesultanan Yogyakarta yang terdiri dari beberapa museum yaitu: Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, Museum Batik, dan Museum Lukisan. Yang berikutnya adalah Museum Ullen Sentalu yaitu museum swasta yang didirikan oleh Keluarga Haryono yang dibangun pada akhir tahun 1980-an yang fokus sebagai pusat studi sejarah, seni, dan budaya Jawa. Lokasi terkakhir yaitu Diorama Arsip Jogja yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAP DIY).

“Lima institusi yang menjadi lokasi belajar MBDR semuanya memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Kami belajar pengelolaan museum dari berbagai aspek mulai dari pengelolaan koleksi, penyajian narasi dan alur penceritaan (kuratorial), perancangan tur museum yang edukatif, dan penggunaan teknologi digitalisasi untuk menyajikan narasi museum. Sehingga harapannya, MBDR bisa belajar banyak untuk menghadirkan sebuah museum berkualitas di Kabupaten Sumbawa,” tegas Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, Direktur yang merangkap sebagai Kurator Museum Bala Datu Ranga.

Studi banding pengelolaan museum ini merupakan program MBDR yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Indonesiana skema Dukungan Institusional Bagi Keberlanjutan Organisasi Kebudayaan. "Hasil studi banding ini nanti akan dipresentasikan dalam peringatan International Museum Day 2026 (Hari Museum Internasional) yang mengangkat tema “Museum Uniting a Divided World” pada tanggal 18 Mei mendatang di Museum Bala Datu Ranga" pungkasnya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow