Kilau Dunia Sains: PMI Dea Malela, Satu-satunya Utusan NTB, Borong 14 Medali di World Science Olympiad 2025!
Kilau Dunia Sains: PMI Dea Malela, Satu-satunya Utusan NTB, Borong 14 Medali di World Science Olympiad 2025!
Denpasar, Bali.Amaredia.co.id — Prestasi unggul kembali dicatatkan oleh Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, yang telah mengukuhkan namanya di panggung global. Dalam ajang World Science Olympiad (WSO) 2025, yang diselenggarakan secara luring di Denpasar, Bali, para santri muda ini tidak hanya mewakili Indonesia, namun secara khusus menjadi satu-satunya utusan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berpartisipasi. Mereka sukses memboyong total 14 medali—terdiri dari 10 medali perak dan 4 medali perunggu—menyalakan obor keunggulan pendidikan sains dari NTB ke kancah internasional.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh pelajar dari lebih dari 10 negara, menguji penguasaan ilmu pengetahuan dalam disiplin Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, dan Bisnis. WSO 2025 mengangkat tema krusial, “Global Scientific Literacy for a Sustainable Future,” yang menegaskan peran literasi sains sebagai pilar pembangunan global di masa depan.
Dominasi di Berbagai Bidang
Keberhasilan PMI Dea Malela tersebar merata di berbagai kategori, menunjukkan kedalaman kurikulum sains mereka:
Biologi (SMA): Meraih enam medali perak melalui tim-tim yang solid, termasuk pasangan Afina Hanin Najihah bersama Damita Elysia Cetta, Asya Indirabbina Risqa bersama Fatimah Izz Zayani, serta M. Rasha Al Ramsi bersama M. Zidane Datih Azmul F.
Matematika (SMA) menyumbang dua medali perak yang diraih oleh tim Alvin Ramadhani dan Muhammad Sajhia Yafin. Matematika (SMP): menambahkan dua medali perak melalui tim Nabillah Putri Yusuf dan Putri Eyra Nursalsabila.
Kimia (SMA): Tim Nuraisyah Azzahra dan Aozora Aruruqu Kemangdongan menyumbang dua medali perunggu.
Matematika (SMP): Dua medali perunggu terakhir disumbangkan oleh Dzikra Syaravana dan Aisyah Zulfakar Ramadhani.
Representasi NTB di Panggung Dunia
Keikutsertaan dan pencapaian spektakuler ini menjadi sorotan utama, mengingat PMI Dea Malela adalah satu-satunya perwakilan sekolah dari Nusa Tenggara Barat yang berhasil lolos dan berkompetisi di WSO 2025.
“Keberhasilan ini adalah bukti bahwa semangat riset, inovasi, dan penguasaan sains di NTB, melalui lembaga pendidikan seperti PMI Dea Malela, mampu bersaing dan mengungguli di tingkat global. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Indonesia, terutama di NTB, untuk menjadikan sains sebagai fondasi masa depan berkelanjutan,” ujar Amiruddin M.Si Sekar PMI Dea Malela.
Rangkaian WSO selama tiga hari, mulai dari sesi pembukaan, penyisihan ketat yang menguji tes tertulis, analisis studi kasus, hingga presentasi ilmiah, telah menguji kemampuan peserta dalam berpikir kritis dan memecahkan persoalan sains kompleks. Dengan 14 medali di tangan, santri PMI Dea Malela telah menunjukkan bahwa sekolah yang berfokus pada pendidikan karakter dan sains mampu menghasilkan talenta kelas dunia yang siap menghadapi tantangan masa depan.(AM)
What's Your Reaction?