Heritage Walk Angkat Kembali Situs Sarkofagus Ai Renung Jadi Objek Wisata Sejarah

Nov 6, 2023 - 21:24
 0  158
Heritage Walk Angkat Kembali Situs Sarkofagus Ai Renung Jadi Objek Wisata Sejarah
Rombongan Heritage Walk Jelajah Warisan Budaya Situs Sarkofagus Ai Renung Di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Sumbawa

Heritage Walk Angkat Kembali Situs Sarkofagus Ai Renung Jadi Objek Wisata Sejarah.

Foto Situs Sarkofagus Ai Renung Di lokasi II (Situs Sakral) 

Sumbawa Amarmedia.co.id  - Heritage Walk (Jelajah Warisan Budaya)  yang digelar berbagai komunitas di kabupaten Sumbawa diantaranya Panre Satera Sumbawa, Pusaka Samawa bersama beberapa OPD terkait diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Dinas Arpusda, PUPR, PRKP, BAPPEDA dan jajaran Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Sumbawa Sabtu (4/10/2023) mengangkat kembali situs sejarah yang ada di kabupaten Sumbawa diantaranya Situs Sarkofagus Airenung yang ada di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu Kab.Sumbawa. 

Disampaikan oleh Kabid Kebudayaan Dikbud Sumbawa Aminudin ST.MT bahwa dengan keberadaan Sarkofag yang diduga ada sejak zama Pra Sejarah maka dapat menjadi objek wisata untuk menapak tilas jejak - jejak awal dari keberadaan peradaban manusia di Kabupaten Sumbawa. "Kalau pra sejarah artinya kita tidak bisa menemukan dokumen tertulis karena pra sejarah identik dengan belum mengenal tulisan, saat ini kita berada di Lokasi I dan kita akan melihat lokasi II, III dan IV serta V yang ada di lereng Bukit, Kita datang kesini untuk jelajah Sarkofag" Ucap Ami akrab disapa.

Foto Kabid Kebudayaan Dikbud Sumbawa Aminudin ST.MT bersama Juru Pelihara Situs Sarkofagus Ai Renung 

Kemudian lanjutnya, ada beberapa Sarkofag yang retak karena pengaruh perubahan iklim, dan yang sangat menarik Sarkofag di lokasi pertama ini ada relief manusia dan binatang melata, yang bisa menjadi cerita misterius. kalau kita sepakat mengembangkan menjadi salah satu kawasan destinasi unggulan di kabupaten Sumbawa maka banyak PR bagi Kabid Bina Marga (Pemda), karena aksesnya jalan ke tempat ini perlu perbaikan. 

"Diketahui ritual masyarakat yang ada disini adalah Biso Tian pade, sedekah Orong, ada juga ritual dari setiap titik Sarkofag ini diambil tanahnya dikumpulkan pada satu tempat, setelah upacara disebar kembali kesetiap titik" Ungkap Amin.

Ditambahkan oleh Juru Pelihara Sarkofag Syahruddin bahwa Sarkofagus ini terdiri dari lima lokasi serta terdapat 7 Sarkofag peninggalan. Khusus untuk situs di lokasi dua merupakan tempat sakral karena disini setiap tahun dilakukan sedekah Orong, dan membuat obat padi.  Kemudian lokasi situs ketiga disebut Pamanto karena lokasi ini dipinggir bukit bisa melihat pemandangan yang sangat indah, seperti Bendungan Batu Bulan, hamparan sawah dan perbukitan, Pemukiman di kecamatan Moyo Hulu. Lokasi situs ke empat disebut Penampar dan lokasi Situs kelima disebut Batu Ganda.

Foto Sutan Syahrir saat memaparkan situs Sarkofagus Ai Renung Di Lokasi Utama.

Ditempat yang sama Sutan Syahril mantan Kabid Kebudayaan Sumbawa yang kini menjadi Kabid GTK Dikbud mengatakan bahwa sejak tahun lalu telah di tetapkan 7 objek cagar budaya, dan pada tahun ini akan di tetapkan 5 objek Cagar Budaya diantaranya Bala Dea Imam Empang, makam di kerongkeng, Makam Dea Busing Lape, Makam Faqih Ismail di Utan, dan Sarkofag raboran Utan 

Kehadiran rombongan Heritage Walk ini mendapat apresiasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Sumbawa Ariez Zulkarnaen M.M.Inov. "Saya sangat berbangga beberapa orang sempat datang berkunjung ke situs Sarkofagus di Desa Batu Tering. Kita perlu mengapresiasi peninggalan purbakala yang juga aset Daerah yang tidak dimiliki daerah lainnya. Kita perlu memiliki kemampuan untuk memahami hal ini" Ucapnya.

Foto Tim Ahli Cagar Budaya Sumbawa Ariez Zulkarnaen di Situs Sarkofagus Ai Renung 

Kemudian lanjutnya, kita bersyukur bisa selamat menuju tempat ini, meskipun melewati Medan berbatu dan tebing yang curam. Ketiga penting bagi kita memaknai sejarah penemuannya pertama dari cerita rakyat dan kedua dari upacara tradisional yang diselenggarakan di sini. 

Dikatakan Aries bahwa informasi keberadaan Sarkofag pertama sampai ke meja Dikbud tahun 1963, para budayawan peka menerima laporan dari masyarakat, walaupun secara fisik belum dilihat dan ditemukan dimana situs itu, ternyata keberadaannya sangat jauh."berangkat pagi dari desa batu tering tiba di sini siang berikutnya , saat itu di tahun 1971 ditemukan dua situs padahal laporannya masuk tahun 1963 dan baru ditemukan secara fisik kemudian oleh ahli bahwa ini adalah Sarkofagus. Dan pada hari itu pula ditemukan Sarkofa kedua, ketiga dan seterusnya. Ini keanehannya. Dulu ini masih hutan belukar"Jelas Aries. 

Aries berpesan agar kita semua memiliki tanggung jawab menjaga dan melestarikan. Dari sisi fisik dan juga dari sisi adatnya karena itu memiliki nilai nilai luhur bangsa yang harus kita wariskan bersama-sama "oleh karena itu apa yang kita lihat hari ini bisa menambah pemahaman dan rasa mendalam di hati nurani kita. Bagi anak-anak muda sekarang situs ini merupakan salah satu yang wah sebab jauh dimasa lampau daerah kita sudah dihuni manusia. Mudah-mudahan kedatangan kita bersama membawa kebahagiaan bagi daerah kita dan kepada bangsa dan negara pada umumnya"Pungkasnya.(Am)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow