Ekonomi NTB Mandiri: Grup Bruga Nijang Sumbawa di Jakarta Kawal MoU Pemprov NTB – ID FOOD untuk Ekosistem Unggas Modern
Ekonomi NTB Mandiri: Grup Bruga Nijang Sumbawa di Jakarta Kawal MoU Pemprov NTB – ID FOOD untuk Ekosistem Unggas Modern
JAKARTA.Amarmedia.co.id– Langkah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng BUMN Pangan, ID FOOD, dalam membangun ekosistem industri perunggasan terintegrasi mendapat sorotan positif dari kalangan diaspora Sumbawa di Jakarta. Kerja sama ini dinilai sebagai titik balik penting untuk mengubah wajah peternakan rakyat menjadi industri modern yang mandiri.
Kesepakatan yang baru saja ditandatangani tersebut bukan sekadar seremoni. Ini adalah komitmen untuk membangun rantai pasok dari hulu ke hilir—mulai dari penyediaan bibit unggul (DOC), pabrik pakan, hingga pengolahan dan pemasaran hasil ternak yang menjangkau pasar nasional.
Harapan Besar Diaspora dan Grup Beruga Nijang: Lebih Dari Sekadar Kemitraan Biasa
Tokoh diaspora Sumbawa yang juga anggota grup Beruga Nijang di Jakarta,Syadaruddin yang juga Eksekutif swasta sektor budidaya udang, energi terbarukan, pertambangan dan logistik yang tergabung dalam diskusi intensif mengenai pembangunan daerah, menekankan bahwa perjanjian operasional yang akan menyusul MoU ini harus benar-benar berpihak pada daerah.
"Kita berharap perjanjian teknis nantinya memberikan keuntungan nyata bagi NTB. Setidaknya ada pemasukan dari sewa lahan milik daerah, dan yang paling krusial adalah posisi tawar peternak lokal harus lebih baik dibandingkan pola kemitraan dengan integrator swasta selama ini," ujar Dar akrab disapa salah satu perwakilan diaspora dalam diskusi di grup Beruga Nijang .
Diaspora Sumbawa membedah delapan poin strategis yang menjadi kunci keberhasilan program ini jika diimplementasikan secara konsisten:
Pertama : Pemberdayaan Masyarakat. Masyarakat berperan aktif sebagai mitra peternak dengan menyediakan kandang dan tenaga kerja.
Kedua : Kemandirian Pakan. PT Berdikari (anggota ID FOOD) akan membangun pabrik pakan di lokasi, sehingga harga lebih kompetitif.
Ketiga ; Penyerapan Jagung Lokal: Bahan baku pakan akan menyerap hasil panen petani jagung di NTB (terutama Sumbawa dan Dompu), memastikan harga jagung stabil.
Keempat : Bibit Berkualitas: ID FOOD memproduksi Day Old Chicken (DOC) atau bibit ayam secara mandiri untuk disuplai ke peternak.
Kelima : Dukungan Pembiayaan: Pelibatan Bank Himbara melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk modal kerja peternak. Enam Kepastian Pasar (Off-taker): ID FOOD menjamin pembelian hasil panen (ayam dan telur) dari mitra ternak.
Ketujuh : Hilirisasi dan Distribusi. Produk akan dipasarkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) lokal serta pengiriman antar-pulau dan kedelapan Efek Domino Ekonomi. Pertumbuhan usaha pendukung seperti cold storage, gudang, jasa logistik, hingga peningkatan kebutuhan daya listrik (PLN).
Dokumen kesepakatan ini berlaku selama dua tahun untuk tahap awal, mencakup studi kelayakan teknis, ekonomi, hingga analisis risiko. Diaspora Sumbawa berharap pembangunan fisik industri terintegrasi ini bisa tuntas tepat waktu agar penyerapan tenaga kerja lokal segera terjadi.
"Semangatnya adalah transformasi. Jika ekosistem ini jalan, NTB bukan lagi sekadar pengirim bahan mentah, tapi pusat industri protein hewani yang disegani," tutup Dar (AM)
What's Your Reaction?
