Digitalisasi dan Storytelling: Wakil Ketua DPRD Sumbawa Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Karakter Generasi Muda

amramr
Oct 19, 2025 - 20:04
Oct 19, 2025 - 21:13
 0  48
Digitalisasi dan Storytelling: Wakil Ketua DPRD Sumbawa Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Karakter Generasi Muda
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry SH MH saat memberikan sambutan pada acara Launching Digitalisasi dan story telling warisan Budaya
Digitalisasi dan Storytelling: Wakil Ketua DPRD Sumbawa Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Karakter Generasi Muda
Digitalisasi dan Storytelling: Wakil Ketua DPRD Sumbawa Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Karakter Generasi Muda

Digitalisasi dan Storytelling: Wakil Ketua DPRD Sumbawa Tegaskan Budaya Adalah Fondasi Karakter Generasi Muda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Upaya strategis mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan kemajuan teknologi digital di dunia pendidikan kembali ditekankan dalam kegiatan “Digitalisasi & Storytelling Warisan Budaya untuk Pendidikan Berkualitas” yang digelar di Bala Datu Ranga, Sumbawa, pada Minggu (19/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP, M.Si, serta Wakil Ketua  III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Dimitry, SH., MH.

Dalam sambutannya, Zulfikar Dimitry menegaskan bahwa tema kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Ia tidak ragu menyatakan bahwa digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan melainkan sebuah kebutuhan.

“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga relevansi, daya saing, dan kesinambungan nilai-nilai luhur bangsa — termasuk warisan budaya kita,” tegas Zulfikar.

Menurut Zulfikar, warisan budaya adalah fondasi karakter dan identitas bangsa Untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ini agar dekat dengan generasi muda, diperlukan pendekatan yang kreatif dan inspiratif, yakni melalui storytelling (metode bercerita).

“Storytelling adalah jembatan antara tradisi dan inovasi. Dengan cara ini, budaya lokal bisa disampaikan secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak muda kita,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa standar pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga harus mencakup penguatan karakter, jati diri, dan rasa cinta terhadap budaya sendiri. Oleh karena itu, digitalisasi dan storytelling budaya adalah langkah visioner menuju generasi yang cerdas secara intelektual, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan terbuka terhadap dunia global.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Ketua DPRD Sumbawa ini memastikan bahwa lembaga legislatif memberikan dukungan penuh terhadap setiap upaya pelestarian budaya melalui inovasi pendidikan dan digitalisasi.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas budaya, dan masyarakat dapat terus terjalin. Kami ingin warisan budaya kita tidak hanya dikenang, tetapi hidup dan berkembang di ruang digital yang semakin luas,” tutupnya.

Selain sesi Launching Digitalisasi dan Storytelling Warisan Budaya, terdapat Seminar Nasional yang menghadirkan dua pembicara dari Yogyakarta yaitu Karen Hardini (Peneliti dan Kurator Seni Rupa) dan Riyan Kresnandi (Seniman Visual), serta Shinta Esabella, M.TI, dosen Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Seminar ini dipandu oleh Dr. Miftahul Arzak, pendiri MY Institute.

Benang merah pembicaraan menekankan pada Museum sebagai pusat kebudayaan memiliki peluang besar untuk menjadi ruang interaksi publik yang dapat mendayagunakan narasi dan koleksinya untuk kemajuan pendidikan yang berkualitas.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi inisiatif-inisiatif baru yang mampu menjembatani kearifan lokal dengan teknologi digital, serta memperkaya dunia pendidikan dengan muatan budaya yang kuat dan relevan dengan zaman. (AM/ LS)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow