Bupati Sumbawa Bangga Tarian Khas Tampil di Malioboro, Tegaskan Budaya Modal Ekonomi Kreatif
Bupati Sumbawa Bangga Tarian Khas Tampil di Malioboro, Tegaskan Budaya Modal Ekonomi Kreatif
Yogyakarta, Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri Indonesia Street Performance 2025 yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Malioboro. Dalam acara yang merupakan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ini, Bupati Jarot menyampaikan rasa bangganya melihat kekayaan budaya Sumbawa tampil di panggung nasional.
Pada gelaran akbar yang dihadiri oleh sejumlah kepala daerah anggota JKPI, Kabupaten Sumbawa turut berpartisipasi dengan menampilkan Tarian Sentek Pasaji
Tarian ini dibawakan dengan apik oleh para mahasiswa Sumbawa yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, menjadikan mereka duta budaya yang membanggakan.
"Sangat bangga melihat Tarian Sentek Pasaji bisa tampil di Malioboro, panggung budaya yang dikenal secara nasional," ujar Bupati Jarot. "Ini adalah bukti nyata bahwa warisan budaya Tana Samawa memiliki tempat dan bisa bersaing dengan kekayaan budaya dari daerah lain."
Budaya Sebagai Penggerak Ekonomi dan Edukasi
Bupati Jarot menyambut baik pernyataan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang menyebut acara ini sebagai panggung terbuka bagi keberagaman seni budaya yang sekaligus menjadi penggerak ekonomi kreatif.
Menurut Bupati, pandangan tersebut sangat sejalan dengan visi pembangunan Sumbawa. "Pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada konservasi semata. Kita harus menjadikannya kekuatan ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Ia melihat pertunjukan di Malioboro ini sebagai inspirasi berharga bagi Sumbawa untuk mengemas kekayaan budaya menjadi produk ekonomi kreatif yang menarik bagi wisatawan dan investor. Melalui Rakernas JKPI, Bupati berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain agar warisan budaya Sumbawa terus lestari, hidup, dan berkembang sebagai modal utama dalam mewujudkan Sumbawa yang unggul dan sejahtera.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa gelaran ini menjadi panggung terbuka bagi keberagaman Seni Budaya dari seluruh Indonesia. Hal ini menegaskan kembali bahwa pentingnya kolaborasi antar daerah, Ujarnya.
Pada gelaran ini, sambung walikota Yogyakarta, menampilkan tiga tema besar yang menggambarkan wajah Kebudayaan Indonesia secara utuh, mulai dari keindahan pusaka Wastra, pusaka Kriya, hingga pusaka ksatria Nusantara. Dengan adanya gelaran ini juga menjadi ruang edukasi dan apresiasi, yang memperkenalkan kekayaan budaya pada generasi muda. "Serta, dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif agar seluruh masyarakat dapat merasakan dampak nyata", pungkasnya.(AM)
What's Your Reaction?
