Bupati Sumbawa: 50 Dapur MBG Jadi Mesin Ganda, Lahirkan Generasi Sehat Sekaligus Gerakkan Ekonomi Rakyat

amramr
Sep 8, 2025 - 19:11
 0  31

Bupati Sumbawa: 50 Dapur MBG Jadi Mesin Ganda, Lahirkan Generasi Sehat Sekaligus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id  8— Pemerintah Kabupaten Sumbawa, di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., turut serta mensukseskan program Presiden Prabowo Subianto dengan secara masif menggulirkan program 50 Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditegaskan Bupati sebagai lompatan besar yang tidak hanya menargetkan kesehatan generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan secara beriringan.

Hal ini disampaikan Bupati saat meresmikan Dapur MBG Bestungil Karya Mandiri di Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, hari ini, Senin (08/09/2025).

“Keberadaan 50 Dapur MBG di Kabupaten Sumbawa ini adalah sebuah lompatan besar. Ini bukan sekadar program sosial mendukung penuh presiden Prabowo melainkan mesin penggerak ekonomi baru,” ungkap Bupati Jarot. Ia memaparkan bahwa program ini akan menciptakan dampak bergulir (multiplier effect) yang signifikan. Setiap dapur ditargetkan menyerap rata-rata 50 tenaga kerja, mulai dari koki hingga distributor.

"Dengan 50 dapur, sedikitnya 2.500 kepala keluarga akan memiliki penghasilan tetap. Ini belum termasuk dampak tidak langsungnya," jelas Bupati Jarot.

Bupati juga menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah untuk memutus mata rantai stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. Dengan cakupan sekitar 200.000 penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, serta ibu hamil dan menyusui, program ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan Generasi Emas Sumbawa.

“Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk memutus mata rantai stunting dan mencetak generasi emas Sumbawa yang sehat dan cerdas,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, Bupati Jarot memberikan instruksi tegas kepada pengusaha lokal yang mengelola dapur-dapur MBG ini. "Seluruh bahan baku, seperti beras, sayuran, ikan, telur, ayam, dan bumbu-bumbuan, kita minta diprioritaskan dari petani, nelayan, dan UMKM di Sumbawa. Kami tidak ingin program ini justru mengandalkan pasokan dari luar," paparnya.

Kebijakan ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi desa, menciptakan pasar yang stabil bagi produk lokal, dan mendorong peningkatan kualitas produksi. "Inilah esensi dari pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan keterlibatan langsung pengusaha lokal, kita membangun dari bawah, untuk rakyat, dengan menggunakan sumber daya yang kita miliki," pungkas Bupati Jarot, menegaskan visi "Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera" yang diusung pemerintahannya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow