Bahari on Screen 2025: Pelajar Sumbawa Ditantang Bikin Film Tentang Aksi Iklim Global

amramr
Jul 28, 2025 - 10:52
 0  29
Bahari on Screen 2025: Pelajar Sumbawa Ditantang Bikin Film Tentang Aksi Iklim Global

Bahari on Screen 2025: Pelajar Sumbawa Ditantang Bikin Film Tentang Aksi Iklim Global

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id– Gelaran "Movie at the Museum" atau Panto Film Pang Museum kembali memukau penikmat film dan pegiat budaya di Sumbawa. Berbeda dari biasanya, acara publik Museum Bala Datu Ranga (MBDR) kali ini berpindah ke Warung Angkringan Ruang Budaya Tomanto, Pelataran Studio Komunitas Sumbawa Cinema Society (SCS) pada Minggu (27/7) malam. Pergeseran lokasi ini menjadi penanda kolaborasi istimewa yang membawa angin segar bagi dunia perfilman dan lingkungan di Sumbawa.

"Kali ini, Museum Bala Datu Ranga berkolaborasi dengan Museum Kebaharian Jakarta dan SCS Sumbawa, memutar film-film pelajar pemenang Bahari on Screen (BoS) sekaligus melakukan sosialisasi tentang kompetisi film pendek berstandar nasional bertema laut, lingkungan, dan perubahan iklim, atau singkatnya, Climate Action," jelas Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A., Kepala Museum Bala Datu Ranga, dalam sambutannya.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan siswa/siswi SMA dan sekolah sederajat di Sumbawa, yang datang bersama guru pendamping. Mereka disuguhkan pemutaran film fiksi "Menari Seirama Ombak" karya SCS yang bertema laut, diselingi kuis interaktif, dan dilanjutkan dengan tiga film pendek pemenang BoS sebelumnya: "Cangkang", "Surat Sayang untuk Mutiara", dan "Kamal, Tara, dan Laut yang Berlalu".

Panggilan untuk Bertindak: Pelajar SMA Sederajat di Sumbawa Ditantang Bersuara untuk Iklim!

Momen puncak acara adalah sosialisasi "Bahari on Screen 2025". Bapak Aryo Bimo Notohadikoesoemo, koordinator program BoS, menegaskan tantangan ini. "Mendukung agenda SDG 13 Climate Action, Museum Bahari dan Indonesian Hidden Heritage Creative Hub (IHHCH) menantang para pelajar di Sumbawa, yaitu tingkat SMA/SMK/MA, untuk bersuara dan beraksi untuk iklim," ujarnya.

Kompetisi film fiksi pendek BoS 2025 ini mengundang pelajar untuk membuat film berdurasi maksimal 5 menit (sudah termasuk credit title). Film-film tersebut wajib mengangkat tema budaya bahari dan lingkungan hidup, khususnya yang berkaitan dengan perubahan iklim global.

Tertarik Berpartisipasi? Ini Dia Mekanismenya!

Peserta: Terbuka untuk seluruh pelajar SMA/SMK/MA atau sederajat di seluruh Indonesia.

Originalitas: Film harus orisinal dan belum pernah dilombakan sebelumnya.

Produksi: Film diproduksi maksimal 1 tahun sebelumnya.

Validasi: Wajib menyertakan surat pernyataan keaslian karya yang ditandatangani guru pendamping.

Tim Lintas Sekolah:Tim diperbolehkan berasal dari lintas sekolah.

Periode Pendaftaran: 12 Februari – 15 Oktober 2025.

Total Hadiah: Menarik! Sebesar Rp 37 Juta siap menanti para pemenang.

Kriteria penilaian mencakup keutuhan ide dan bentuk film, teknik pengambilan gambar, estetika (kualitas gambar dan suara, penata artistik), penyuntingan film, durasi film (3-5 menit), serta validasi informan atau narasumber.

Museum Bala Datu Ranga dan SCS Sumbawa sebagai mitra lokal Bahari on Screen siap menjadi jembatan bagi para pelajar Sumbawa. "Kami akan selalu siap memberikan informasi mengenai syarat, kriteria, dan ketentuan Bahari on Screen, termasuk jika kalian butuh teman ngobrol, konsultasi, dan pengembangan ide cerita film," tutup Yuli Andari. "Komitmen kami adalah pelestarian budaya maritim dapat terlaksana dan terjadi regenerasi para penggiat bidang perfilman di Sumbawa."imbuhnya.

"Mari manfaatkan kesempatan emas ini untuk berkarya, bersuara, dan menjadi agen perubahan iklim melalui lensa kamera!" pungkas Yuli. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow