Warga Pulau Sumbawa Ramai Protes Statemen Anggota DPRD NTB Fraksi Golkar Yuni : DBH KSB Saja Belasan Miliar Dibagi ke Kabupaten di Lombok
Warga Pulau Sumbawa Ramai Protes Statemen Anggota DPRD NTB Fraksi Golkar Yuni : DBH KSB Saja Belasan Miliar Dibagi ke Kabupaten di Lombok
Mataram,Amarmedia.co.id - Sejumlah tokoh masyarakat asal Pulau Sumbawa memprotes keras terkait statemen anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Golkar, Megawati beberapa waktu lalu. Statemen tersebut dianggap melukai hati dan perasaan warga pulau Sumbawa secara keseluruhan.
Dalam statemen nya pada Rapat Dengar Pendapat dengan sejumlah OPD beberapa waktu lalu, Megawati mempertanyakan dana bagi hasil cukai tembakau yang direalisasikan dalam bentuk alat alsintan. Ia seakan keberatan program dan alat alsintan paling banyak direalisasikan dan dibawa ke pulau Sumbawa.
"Penghasil tani terbesar ada di pulau Lombok wabil khusus di Lombok Timur dan Lombok Tengah, ada apa ini jangan-jangan. Ini pentingnya kepala OPD hadir di sini. Sangat banyak dibawa ke Pulau Sumbawa sementara penghasil pertanian terbesar di Lombok," tegasnya saat RDP tersebut.
Ia juga mempertanyakan kepada Dinas Pertanian Provinsi NTB, terkait sistem pengadaan mesin Alsintan seperti hand traktor dan sumur bor yang selalu ditebus oleh kelompok tani yang mendapat bantuan alat dari program pertanian.
Statemen tersebut mengundang berbagai respon tokoh masyarakat di Pulau Sumbawa. Salah satunya adalah aktivis perempuan asal Sumbawa Barat, Yuni Bourhany. Ia menyayangkan statemen Megawati terlalu menusuk dan tidak sadar diri.
"Dana bagi hasil dari cukai hasil tembakau itu bisa dihitung berapa dan berapa dibagikan ke semua daerah di NTB, dibandingkan dana bagi hasil perusahaan dari Sumbawa seperti AMNT yang berkontribusi kepada semua daerah di pulau Lombok sebesar Rp14 miliar," ujar Yuni.
Yuni mengatakan, statemen Megawati terlalu sombong, bahkan tidak sadar diri. Sehingga ia memperingatkan Megawati agar tidak lagi mengeluarkan statemen yang merusak perasaan semua warga pulau Sumbawa.
"Dana bagi hasil tambang kami di Sumbawa tidak pernah sedikit pun kami cerita dan protes, dan itu dibagikan ke seluruh Kabupaten di NTB Rp14 miliar per kabupaten, termasuk Provinsi NTB mendapat bagian Rp114 miliar," Tegas Yuni.
Yuni menegaskan, adapun jumlah dana bagi hasil atas keuntungan bersih PT AMNT tahun 2023 yang diperoleh Pemprov NTB yaitu sekitar Rp114 miliar lebih. Angka tersebut merupakan 1,5 persen dari keuntungan bersih PT AMNT tahun 2023.
Sementara kabupaten/kota selain Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai daerah penghasil masing-masing memperoleh Rp14 miliar.
“Saat rekonsiliasi tanggal 7 Oktober dengan PT AMNT, kita sudah sekaligus memastikan angka yang diterima oleh kabupaten/kota. Kalau kabupaten/kota itu sekitar Rp14 miliar untuk masing-masing. Kalau KSB lain bagiannya 2,5 persen. Kalau kabupaten/kota yang lain itu 2 persen bagi 9 daerah, sementara pemprov sekitar Rp114 miliar," Imbuhnya.
Tokoh masyarakat Sumbawa lainnya, Muhammad Sahril, juga memprotes keras statemen yang dikeluarkan oleh Megawati dalam RDP tersebut. Ia menilai, Megawati tidak seharusnya berbicara seolah-olah ingin memberikan sekat atau perlakuan khusus pada masyarakat Lombok dibanding masyarakat pulau Sumbawa.
"Sadar diri dunk, pendapatan pemprov dan kabupaten lainnya di NTB dari dana bagi hasil pertambangan itu paling besar. Jangan keluarkan statemen seolah ingin memberikan sekat pada dua pulau ini," kata Sahril.
Statemen yang dikeluarkan Megawati tersebut juga banyak diprotes oleh tokoh muda dan sejumlah mahasiswa dari pulau Sumbawa. Mereka menilai bahwa Megawati terlalu rasis dalam ber statemen. (AM/SyiarPost)
What's Your Reaction?
