Ustadz Ahmad Nurhalim: Ikhlas dan Ittiba’ adalah Kunci Utama Diterimanya Ibadah

amramr
Mar 7, 2026 - 21:34
 0  24
Ustadz Ahmad Nurhalim: Ikhlas dan Ittiba’ adalah Kunci Utama Diterimanya Ibadah

Ustadz Ahmad Nurhalim: Ikhlas dan Ittiba’ adalah Kunci Utama Diterimanya Ibadah

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id  SABTU, 7 Maret 2026 – Ustadz Ahmad Nurhalim menyampaikan tausiyah mendalam mengenai hakikat penciptaan manusia dan syarat diterimanya amal ibadah di hadapan para jamaah masjid Jamik An-Nur Kelurahan Brang pada Sabtu malam (7/3). Dalam ceramahnya, Ia menekankan bahwa memahami jati diri sebagai seorang muslim bermula dari kesadaran akan tujuan utama hidup, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Menemukan Jati Diri Melalui Ibadah

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Ahmad Nurhalim mengingatkan kembali kutipan firman Allah dalam Al-Qur'an bahwa tidaklah jin dan manusia diciptakan melainkan hanya untuk menyembah-Nya. Pesan ini secara khusus beliau tujukan kepada generasi muda yang seringkali merasa kehilangan arah atau sedang dalam fase "mencari jati diri".

 "Inilah jawaban bagi anak-anak muda kita. Jati diri sejati seorang muslim adalah menjadi hamba yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk beribadah kepada Allah," ujar Halim.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bagaimana cara agar seluruh aktivitas hidup dapat bernilai ibadah di sisi Allah. Menurutnya, rahasia tersebut terkandung dalam dua kalimat syahadat yang sering diucapkan umat Islam. Dari syahadat tersebut, lahirlah dua kaidah atau syarat utama:

 Ikhlas (Tauhidullah): Berdasarkan persaksian pertama (La ilaha illallah), seorang muslim wajib memurnikan niatnya hanya untuk Allah. Ia mengutip Surah Al-Bayyinah untuk mengingatkan jamaah agar menjauhi sikap menduakan Allah, termasuk menghindari sifat riya (ingin dipuji) yang dapat merusak pahala.

Ittiba' (Mengikuti Sunnah): Berdasarkan persaksian kedua (Muhammadur Rasulullah), tata cara beribadah tidak boleh dilakukan semau sendiri. Ibadah yang benar haruslah mengikuti tuntunan dan teladan yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, baik dalam ibadah mahdhah (khusus) maupun umum.

Ustadz Ahmad Nurhalim menutup tausiyahnya dengan mengajak jamaah untuk terus konsisten (istiqomah) dalam mempraktikkan kedua prinsip tersebut. Ia berharap agar setiap langkah yang dilakukan umat Islam selalu dibimbing oleh Allah agar tetap berada di atas keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi.

"Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan Allah senantiasa membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang ikhlas serta istiqomah mengikuti jalan Rasulullah," pungkasnya di akhir sesi dilanjutkan dengan shalat taraweh. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow