Pemkab Sumbawa Jawab Kritik Dewan: Optimisme PAD Naik 50% dan Strategi Atasi Penurunan Dana Pusat

amramr
Sep 26, 2025 - 15:18
 0  44
Pemkab Sumbawa Jawab Kritik Dewan: Optimisme PAD Naik 50% dan Strategi Atasi Penurunan Dana Pusat

Pemkab Sumbawa Jawab Kritik Dewan: Optimisme PAD Naik 50% dan Strategi Atasi Penurunan Dana Pusat

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (26 September 2025) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan jawaban resmi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025. Jawaban ini menegaskan komitmen Pemkab untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 50% dan melakukan penyesuaian belanja secara strategis, meskipun dihadapkan pada Instruksi Presiden (Inpres) efisiensi anggaran.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov bersama Zulfikar Demitry SH MH yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah dan anggota dewan serta jajaran Forkopimda ini menjadi forum penting untuk menjelaskan kebijakan fiskal daerah.

PAD Digenjot 50%, Ketergantungan Pusat Harus Berkurang

Menanggapi kritik Fraksi PKB mengenai tingginya ketergantungan pada pemerintah pusat, Wakil Bupati Ansori memaparkan bahwa Pemkab telah menetapkan target ambisius dalam RPJMD 2025-2029: peningkatan PAD minimal 50% pada akhir tahun 2029. Strategi untuk mencapai target tersebut meliputi:

Pertama : Digitalisasi Pendapatan dengan merancang pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan pengumpulan pajak dan retribusi daerah. Pemkab telah bekerja sama dengan PT Bank BNI (untuk PBB-P2 dan BPHTB via aplikasi V-Tax) dan PT Bank NTB Syariah (untuk Pajak Hotel dan Restoran via aplikasi e-Post).

Kedua : Penguatan BUMD dengan meningkatkan PAD melalui penyertaan modal daerah pada BUMD.

Wakil Bupati menjelaskan, penurunan signifikan pada Belanja Modal merupakan dampak langsung dari Inpres efisiensi belanja yang memotong alokasi DAK Fisik dan DAU Bidang Infrastruktur. Namun, Pemkab Sumbawa memastikan bahwa program pelayanan dasar dan infrastruktur tetap menjadi prioritas.

Belanja Operasi yang meningkat diarahkan untuk program-program yang sangat mendesak dan mendukung pelayanan publik, di antaranya Dukungan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang diawasi ketat melalui Tim Pengawas Keamanan Pangan dan dilakukan pelatihan Hygiene Sanitasi Pangan (HSP) kepada pengelola.

Pembiayaan utang operasional RSUD Sumbawa dan Sisa DAK Non-Fisik 2024 Dukungan untuk Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Batalyon Samota Yudha Bhakti.

Pemkab Sumbawa juga menjawab sorotan Fraksi PKS terkait tenaga kesehatan Non-ASN. Wakil Bupati Ansori mengonfirmasi bahwa Pemda telah mengirimkan surat usulan pertimbangan pengangkatan tenaga Non-ASN yang tidak lolos ke Kementerian PANRB, menyusul batas waktu pengusulan PPPK Paruh Waktu pada 17 September 2025.

Selain itu, Pemkab berkomitmen untuk Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dengan menyediakan sarana dan prasarana BLK untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

Terkait Penanganan Jembatan Lito dengan mengalokasikan anggaran dalam Perubahan APBD 2025 untuk perubahan desain pembangunan jembatan Desa Lito, yang diterjang banjir, dan akan diajukan kembali ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Terhadap pengamanan Hutan dengan Satgas Pengamanan Hutan yang baru dikukuhkan akan memperkuat pengawasan di lapangan dan berkoordinasi dengan desa untuk penyusunan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial.

Dengan jawaban yang rinci dan terukur, Pemkab Sumbawa berharap dapat memperoleh dukungan penuh dari DPRD untuk menyukseskan APBD Perubahan 2025 demi kemajuan daerah. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow