Museum Bala Datu Ranga Luncurkan Program Regenerasi Budaya, Ajak 152 Siswa SD Belajar Seni Tradisional
Museum Bala Datu Ranga Luncurkan Program Regenerasi Budaya, Ajak 152 Siswa SD Belajar Seni Tradisional
Sumbawa.Amarmedia.co.id – Museum Bala Datu Ranga resmi meluncurkan program “Belajar Bersama Seniman dan Praktisi di Museum”pada Sabtu (2/8). Program ini berhasil menarik 152 siswa-siswi dari delapan Sekolah Dasar untuk mengisi Ruang Ekspresi Budaya museum, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda terhadap warisan budaya Sumbawa sejak dini.
Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menciptakan ekosistem pelestarian budaya yang berkelanjutan. "Kami berharap ada regenerasi pelestarian kesenian tradisional yang dimulai sejak dini," ujarnya.
Dalam program ini, para siswa akan diajarkan lima kesenian tradisional, yaitu Tari Nguri, Gong Genang, Satera Jontal, Sakeco, Badede, dan Melangko. Yuli berharap, 152 anak yang menjadi peserta program ini dapat menularkan ilmu yang mereka peroleh kepada generasi junior di masa depan, memastikan kesenian tradisional Sumbawa tidak punah.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Seniman
Peluncuran program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, MAP, dan Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Sumbawa (DKS), Muhammad Irfan, SP., MP., yang turut hadir dalam acara tersebut.
Ketua DKS, Muhammad Irfan, menegaskan dukungan penuhnya. “Para seniman pengampu yang siap menularkan ilmunya ke para siswa adalah pegiat DKS,” katanya. Ia juga berharap museum dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekosistem kesenian, ekonomi kreatif, dan pariwisata budaya Sumbawa.
Senada dengan itu, Sekda Dr. Budi Prasetyo menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme para siswa. Beliau mengapresiasi para seniman hebat yang terlibat dalam program ini, seperti Abdul Hakim (Satera Jontal), Arieffianto (tradisi lisan), Hendra Sofyan (Gong Genang), dan Meilanie Fitria (Tari Nguri). “Semoga program ini menjadi ikhtiar kolektif dalam menjaga warisan budaya Samawa agar tetap hidup, tumbuh, dan menginspirasi di masa depan,” tutupnya. (AM)
What's Your Reaction?
