Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa

amramr
Aug 2, 2025 - 16:54
 0  46
Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa
Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa
Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa
Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa

Sekda Sumbawa Apresiasi Program “Belajar Bersama Seniman”, Sebut sebagai Ikhtiar Kolektif Menjaga Budaya Samawa

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, MAP, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran program “Belajar Bersama Seniman dan Praktisi di Museum” di Ruang Ekspresi Budaya Museum Bala Datu Ranga, Sabtu (2/8) pagi. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran generasi muda akan kekayaan seni dan budaya lokal, sekaligus menjadi ikhtiar kolektif dalam melestarikan warisan Samawa.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh 152 siswa dari delapan Sekolah Dasar, menunjukkan antusiasme besar dari generasi penerus. Dr. Budi, yang hadir bersama Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Sumbawa (DKS) Muhammad Irfan, SP., MP., dan Lurah Pekat Arie Afriliansyah, SE, merasa senang melihat geliat semangat para siswa untuk belajar.

“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran generasi muda akan kekayaan seni dan budaya lokal, khususnya melalui pelestarian seni tradisional Sumbawa,” tutur Dr. Budi Prasetyo dalam sambutannya.

Program yang digagas oleh Museum Bala Datu Ranga ini mengajarkan lima kesenian tradisional, di antaranya Tari Nguri, Gong Genang, Satera Jontal, Sakeco, Badede, dan Melangko.

Dr. Budi juga secara khusus memberikan apresiasi kepada para seniman yang terlibat sebagai pengajar, yaitu Abdul Hakim (Satera Jontal), Arieffianto (tradisi lisan), Hendra Sofyan (Gong Genang), dan Meilanie Fitria (Tari Nguri). “Semoga program ini menjadi ikhtiar kolektif dalam menjaga warisan budaya Samawa agar tetap hidup, tumbuh, dan menginspirasi di masa depan,” tutupnya.

Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A., menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk siswa SD di wilayah sekitar museum. "Kami berharap ada regenerasi pelestarian kesenian tradisional yang dimulai sejak dini," ujarnya.

Ada lima kesenian tradisional yang akan diajarkan, yaitu Tari Nguri, Gong Genang, Satera Jontal, Sakeco, Badede, dan Melangko. Yuli berharap 152 siswa yang menjadi peserta akan menularkan ilmunya kepada generasi junior di masa depan, sehingga tercipta ekosistem yang mendukung pelestarian budaya di Sumbawa.

Ketua DKS, Muhammad Irfan, menyambut baik inisiatif ini. “DKS sangat mendukung kegiatan ini. Para seniman pengampu yang siap menularkan ilmunya adalah pegiat DKS,” kata Irfan. Ia juga berharap Museum Bala Datu Ranga bisa menjadi ruang pertumbuhan untuk ekosistem kesenian, ekonomi kreatif, dan pariwisata budaya Sumbawa.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow