Masalah Kelangkaan Gas Elpiji,Banjir dan Gempuran Daging Beku dari Luar Daerah menjadi sorotan Sejumlah Dewan
Masalah Kelangkaan Gas Elpiji,Banjir dan Gempuran Daging Beku dari Luar Daerah menjadi sorotan Sejumlah Dewan
Oleh Abdul Ma'ruf Rahmat SP
Sumbawa.Amarmedia.co.id | Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dengan agenda penyampaian Penjelasan Bupati Sumbawa atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2022 Senin (17/4) banjir interupsi dari sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, diantaranya
Adizul Syahabuddin SP.M.Si dari Fraksi PKS menyoroti permasalahan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg.
Foto Adizul Syahabuddin SP. M.Si
"Penting saya sampaikan pada kesempatan ini, karena ketika kita turun di kecamatan-kecamatan banyak terjadi kelangkaan gas elpiji, Hal ini penting bagi kita sebagai "Pasatotang" (pengingat _red) Pemerintah Daerah. Demikian pula di media online saya juga pernah membaca dari 2023 sampai tahun 2024 mendatang akan dikembangkan pariwisata pantai Gelora sementara kami belum pernah mendengarnya bahwa pantai Gelora akan dikembangkan, Kenapa yang merupakan aset pemerintah daerah sendiri tidak dikembangkan, karena kita tahu pantai Gelora adalah aset perorangan (Privat) sedangkan pantai Saliperate perlu kita perhatikan secara bersama-sama sebab jangkauannya sangat mudah karena berada di sekitar kota.
"Karenanya Saya berharap pada pemerintah daerah untuk lebih fokus terutama dalam pencapaian visi dan misi yang pernah disampaikan dalam kampanye tahun 2020 yang lalu, apa yang depan mata di perencanaan kabupaten Sumbawa lantas terlupakan yang menjadi tugas pokok kita" Tutup AZ
Ditambahkan oleh Ketua Komisi 2 DPRD Berlian Rayes SAg, terhadap permasalahan sulitnya masyarakat mendapatkan gas Elpiji, Saya ingin memanggil dan koordinasi dengan OPD terkait, Karena ini masih bulan Puasa, tinggal Ibu Wabup perintahkan saja kepada OPD terkait untuk segera koordinasi, karena semestinya LPG tidak kurang sebab saya bersama Bupati, Kabag perekonomian sudah bertemu dengan Pertamina dan Kementrian ESDM, bahwa ada penambahan kuota.
Foto Berlian Rayes SAg.M.M.Inov
"Berarti di sini diduga ada permainan, tolong koordinasi dengan Pertamina, Prokopimda, untuk menindak tegas, karena hari-hari ini orang menjadi sulit mendapatkan gas elpiji" Tandas Berlian
Kemudia lanjutnya, yang kedua kami juga berencana memanggil dinas Peternakan terkait dengan masuknya banyak daging ayam beku bahkan ayam tiren dari luar Sumbawa.
"Kok ini lancar lancar saja masuk dari Jawa, padahal ada instruksi Bupati Sumbawa harus ditindak. jadi perlu ditindak kalau OPD tidak bekerja maksimal, tidak sungguh-sungguh maka segera evaluasi OPD teknis" Ujarnya.
"Ini suara rakyat, hari ini bulan puasa Saya ingin suarakan kebenaran agar betul-betul memperhatikan kebutuhan masyarakat yakni LPG dn penindakan masuknya dging beku dan ayam Tiren" Pungkas Berlian.
Foto Ketua Komisi III Hamzah Abdullah
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III Hamzah Abdullah menjelaskan bahwa penataan pantai gelora bukan hanya pantai Gelora yang ditata, tapi penataan Kawasan Pantai Gelora Sumbawa dan Sekitarnya, ada Pemukiman yang di tata, sampai dengan Desa Sabedo Kecamatan Utan. Ini merupakan program direktif Kementerian PUPR bahwa Pantai itu berada di Rhee namun juga menata yang ada di Kecamatan Utan, Programnya akan berjalan 2023 sampai 2028. Urai Cha.
Foto Ahmad Adam Ketua Fraksi PPP
Demikian juga Ahmad Adam memberikan masukan kepada pemerintah daerah berkaitan dengan persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Sumbawa yaitu persoalan banjir. Dirinya sangat khawatir dengan wilayah Selatan Sumbawa walaupun di tempat lainnya juga banjir. Di wilayah Selatan terjadi banjir menurutnya ada tiga penyebab yang pertama illegal logging artinya menebang kayu hutan ataupun membawa kayu tanpa dokumen. Modus yang perlu diketahui dan dijadikan topeng adalah lahan industri Untuk menggarap lahan tutupan, itu yang terutama karena di sini kadang-kadang ada oknum dan instansi terkait kerjasama dengan pengusaha itulah yang membuat banjir di wilayah Selatan.
Yang kedua ujar Adam, persoalan penanaman jagung yang tidak terkendali, karena ini tidak ada yang bisa melarang sebab mereka menanam di lahannya sendiri. apa saja yang ditanam itu adalah lahannya dan yang paling fatal adalah penyebab ketiga yakni dampak dari kegiatan Ilegal Mining,
Lumpur yang masuk ke rumah penduduk di desa Itu sudah pasti lumpur hasil endapan dari tambang liar yang dilakukan oleh tenaga kerja asing.
"Kami mohon kepada Pemerintah Daerah untuk dapat menertibkan persoalan ini karena dampak dari persoalan ini adalah mereka yang tertawa di atas penderitaan rakyat" Ungkap Adam yang juga ketua Fraksi PPP ini.
"Kami mohon kepada pemerintah daerah yang memiliki Pol PP kepolisian TNI untuk dapat menyelesaikan persoalan rakyat" Pungkasnya.
Atas segala masukan dan interupsi tersebut ketua DPRD Abdul Rafiq memberikan tanggapan agar pemerintah daerah menyikapi secara serius karena dirinya juga mendapat keluhan secara langsung dari asosiasi kaitan dengan masalah masuknya daging beku.
Demikian pula Wakil Bupati Sumbawa Hj Dewi Novi memberikan pandangannya bahwa untuk menyelesaikan semua permasalahan yang ada maka antara Eksekutif harus bersama dengan legislatif apapun itu masalahnya.
Kemudian lanjutnya, Disini juga hadir Kepala Dinas terkait, "Dr Dedi bisa menindaklanjuti hal ini, bagaimana pendistribuan LPG karena kami juga sudah bertemu dengan Pertamina.
Memang terjadi kelangkaan di lapangan, melihat situasi dan kondisi terakhir, tetapi kita selaku pemerintah melayani semuanya dan secara prosedural kami sudah lakukan.
Wakil Bupati Sumbawa Hj Dewi Noviany SPd MPd saat sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa
Adapun terkait dengan Banjir adalah persoalan kita bersama, Banjir sulit diatasi manakala perilaku masyarakat seperti disebutkan, meskipun banyak anggaran yang digelontorkan untuk menanam pohon, namun kalau mentalnya rusak maka akan sia sia.
"Bagaimanapun kita tetap Komitmen menjaga hutan, kalau masih ada oknum dan terbukti maka ditangkap, kami siap untuk itu jangan hanya menjadi slogan, Mari kita bersama-sama karena kita tahu ini adalah tugas yang berat" Tutup Wabup.(AM/Ruf)
What's Your Reaction?
