Blue Economy : Konsep Pembangunan Kelautan dan Perikanan Berkelanjutan
Oleh : Fabian Ardianta
(Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Magister Manajemen Inovasi Universitas Teknologi Sumbawa)
Salah satu konsep yang digawangi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi filosofi dalam inovasi pembangunan sektor kelautan dan perikanan adalah melalui konsep Blue economy. Pada dasarnya blue economy adalah pemanfaatan laut maupun sumber daya di dalamnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Blue Economy (ekonomi biru sesuai dengan warna lautan) di Indonesia menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang tengah digeber pemerintah beberapa tahun terakhir. Mengutip laman Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), blue economy adalah upaya optimalisasi pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari pemanfaatan sumber daya laut secara inklusif dan berkelanjutan sehingga tetap mengedepankan pelestarian laut beserta ekosistem pendukungnya. Konsep blue economy adalah pendekatan berkelanjutan yang bertujuan untuk menjaga sumber daya laut agar tetap lestari.
Dikutip dari laman Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), konsep blue economy yang digariskan oleh Bank Dunia, yakni menggabungkan pemanfaatan sumber daya laut dengan pendekatan berkelanjutan. Tujuan dari penerapan blue economy adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelestarian ekosistem laut, serta membuka sebanyak-banyaknya lapangan kerja. Blue economy di Indonesia mencakup berbagai sektor, seperti perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, pengelolaan limbah, dan mitigasi perubahan iklim. Jika dikelola dengan visi berkelanjutan, sektor-sektor ini dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan Indonesia yang sejahtera.
Blue economy juga merupakan pendorong Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Potensi kelautan Indonesia sangat besar, menjadikannya negara kedua terbesar dalam produksi ikan dunia setelah China. Indonesia juga mengekspor sekitar 10 % dari komoditas perikanan dunia, dengan nilai sektor perikanan mencapai 29,6 miliar dollar AS atau setara dengan 2,6 persen dari PDB Indonesia. Laut Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk sebagai bagian terbesar dari segitiga terumbu karang yang menjadi habitat bagi 76 % dari seluruh spesies terumbu karang dan 37 % dari seluruh spesies ikan terumbu karang di dunia. Blue economy di Indonesia juga berdampak positif pada masyarakat. Lebih dari 2,8 juta rumah tangga terlibat langsung dalam industri maritim Indonesia. Selain sektor perikanan dan kelautan yang berkontribusi pada peningkatan devisa negara, mereka juga berperan penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam konteks Indonesia, yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia dan sejumlah besar pulau, potensi untuk mengembangkan blue economy sangat besar. Beberapa aspek blue economy di Indonesia melibatkan sektor-sektor berikut:
1.Perikanan dan kelautan
Indonesia memiliki sumber daya perikanan laut yang melimpah. Pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dapat mendukung pertumbuhan sektor perikanan. Lalu ada pengembangan budidaya ikan, tiram, dan kerang dapat menjadi bagian penting dari blue economy, meningkatkan produksi perikanan secara berkelanjutan.
2. Pariwisata Bahari
Keindahan ekosistem laut, terumbu karang, dan aktivitas kelautan menyediakan peluang besar untuk pengembangan pariwisata kelautan yang berkelanjutan.
3.Energi terbarukan
Potensi untuk menghasilkan energi terbarukan dari angin dan gelombang laut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
4.Transportasi Maritim
Investasi dalam infrastruktur pelabuhan dan transportasi laut untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik.
5. Industri Kelautan dan Perikanan
Mendorong pertumbuhan industri pengolahan hasil laut seperti pemrosesan ikan, pembuatan produk olahan laut, dan industri terkait lainnya.
6.Konservasi laut dan pengelolaan lingkungan laut adalah salah satu konsep blue economy, termasuk pelestarian terumbu karang, kawasan konservasi laut, dan upaya pengurangan sampah plastik.
Penting untuk dicatat bahwa pengembangan blue economy di Indonesia harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan melibatkan partisipasi masyarakat lokal. Selain itu, aspek keberlanjutan dan keseimbangan ekologi perlu menjadi fokus utama agar ekonomi biru dapat memberikan manfaat jangka panjang tanpa merusak lingkungan laut.
What's Your Reaction?
