Akselerasi Layanan Kesehatan Sumbawa: Bupati Jarot "Gas Pol" Tiga Proyek Prioritas ke Kemenkes

amramr
Nov 15, 2025 - 22:26
 0  29
Akselerasi Layanan Kesehatan Sumbawa: Bupati Jarot "Gas Pol" Tiga Proyek Prioritas ke Kemenkes

Akselerasi Layanan Kesehatan Sumbawa: Bupati Jarot "Gas Pol" Tiga Proyek Prioritas ke Kemenkes

Jakarta, Amarmedia.co.id (14 November 2025 )— Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat dalam upaya meningkatkan dan memeratakan layanan kesehatan bagi warganya. Bupati Sumbawa, Ir. H.Syarafuddin Jarot, M.P., bersama jajaran Pemkab, melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta pada hari Jumat (14/11).

Pertemuan ini membahas tiga agenda prioritas yang didorong oleh Pemkab Sumbawa untuk percepatan pembangunan sektor kesehatan, dengan harapan realisasi dapat dilakukan pada tahun anggaran 2026.

 1. Pembangunan RSUD Tipe C Dimulai Akhir 2025

Bupati Jarot mengumumkan kabar baik bahwa Kabupaten Sumbawa telah mendapatkan alokasi program pembangunan RSUD Tipe C. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pengerjaan konstruksi RSUD Tipe C direncanakan akan dimulai pada akhir September 2025 dan ditargetkan rampung pada awal tahun 2026.

Untuk menjamin kualitas pelayanan, Pemkab Sumbawa juga mengusulkan agar Kemenkes dapat memberikan dukungan sumber daya manusia. “Kami berharap Kemenkes dapat membantu penugasan dokter spesialis serta memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah Sumbawa untuk menempuh pendidikan spesialisasi,” ujar Bupati Jarot.

 2. Usulan RS Pratama untuk Warga Pesisir dan Pulau

Menyadari kondisi geografis Sumbawa yang terdiri dari wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan populasi sekitar 12.000 jiwa, Bupati Jarot menyoroti kesulitan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan lanjutan. Saat ini, warga di wilayah tersebut harus menempuh perjalanan yang sangat panjang, bahkan menyeberang pulau, untuk mendapatkan rujukan.

Oleh karena itu, Pemkab mengusulkan pembangunan satu Rumah Sakit Pratama yang akan berfungsi sebagai fasilitas penyangga dan rujukan primer sebelum pasien dirujuk ke RSUD Sumbawa.

“Ini sangat penting agar masyarakat tidak perlu menempuh 1,5 hingga 2 jam perjalanan, bahkan menyeberang pulau, untuk mendapatkan pertolongan pertama yang memadai,” jelasnya.

3. Perbaikan dan Relokasi Puskesmas Mendesak

Isu ketiga yang diangkat adalah kondisi pelayanan kesehatan dasar, khususnya Puskesmas dan Pustu. Dari 16 Puskesmas yang ada, sebagian besar dinilai tidak memadai, baik dari sisi bangunan, peralatan medis, hingga ketiadaan rumah dinas dokter.

Bupati Jarot menegaskan bahwa kondisi ini sangat mempengaruhi kualitas pelayanan, terutama di luar jam kerja. Bahkan, hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan adanya sejumlah Puskesmas yang harus segera direlokasi karena kondisi bangunan yang kritis.

“Kondisi ini mempengaruhi kualitas pelayanan, terutama di luar jam kerja. Kami berharap Kemenkes dapat membantu percepatan perbaikan dan pembangunan Puskesmas,” tegas Bupati Jarot, menjadikan perbaikan fasilitas dasar ini sebagai prioritas mendesak.

Komitmen Pemkab Sumbawa

Pemkab Sumbawa berharap seluruh usulan yang telah dibahas bersama Dinas Kesehatan dan Kemenkes ini dapat difasilitasi, sehingga pembangunan fasilitas kesehatan vital ini dapat terealisasi sesuai target pada tahun 2026.

Menutup audiensi, Bupati Jarot menyampaikan komitmen Pemkab Sumbawa. “Kami berupaya memastikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Sumbawa dapat terpenuhi dengan lebih baik. Terima kasih atas dukungan Kemenkes. Semoga seluruh rencana ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat Sumbawa,” tutupnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow