Tana Samawa Minecraft, Inovasi Digital Museum Bala Datu Ranga Sabet Juara 1 LIDA 2025

amramr
Dec 10, 2025 - 15:07
Dec 10, 2025 - 15:09
 0  24
Tana Samawa Minecraft, Inovasi Digital Museum Bala Datu Ranga Sabet Juara 1 LIDA 2025

Tana Samawa Minecraft, Inovasi Digital Museum Bala Datu Ranga Sabet Juara 1 LIDA 2025

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Museum Bala Datu Ranga (MBDR) Sumbawa kembali mengukir prestasi gemilang. Di penghujung tahun 2025 ini, MBDR berhasil memenangkan Lomba Inovasi Daerah (LIDA) 2025 untuk kategori Masyarakat Umum berkat inovasi unik yang mereka ajukan: Tana Samawa Minecraft.

Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Bupati Sumbawa bersama Sekretaris Daerah De.H.Budi Prasetyo di Aula Madelaoe Setda Sumbawa pada hari ini, Kamis, 10 Desember 2025.

Gamifikasi Warisan Budaya untuk Generasi Muda

Tana Samawa Minecraft adalah sebuah inovasi yang berfokus pada gamifikasi warisan budaya melalui digitalisasi dan storytelling Warisan Budaya Sumbawa. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi cemerlang antara Museum Bala Datu Ranga dengan kelompok MIVUBI, yang diwakili oleh dua seniman visual dan kurator kebudayaan asal Yogyakarta, Riyan Kresnandi dan Karen Hardini.

Ide ini bermula dari kegiatan residensi kedua seniman di MBDR. Tujuannya jelas: menciptakan cerita di balik warisan budaya agar lebih mudah diterima dan diminati oleh generasi muda, khususnya Gen Alpha.

“Kita sedang berusaha memanfaatkan era digital untuk memperkuat storytelling Warisan Budaya agar konten museum bisa lebih gampang tersampaikan dengan cara yang menyenangkan pada Gen Alpha,” ujar Yuli Andari, Direktur Museum Bala Datu Ranga.

Mengubah Paradigma Museum

Meskipun terbilang baru di Sumbawa, MBDR secara konsisten berupaya keluar dari paradigma lama museum sebagai 'gudang barang tua'. Mereka bercita-cita menjadikan MBDR sebagai pusat informasi dan inovasi warisan budaya.

Saat ini, Tana Samawa Minecraft masih berupa prototype awal. Pihak MBDR berharap inovasi ini dapat dikembangkan secara penuh dalam dua tahun ke depan. Pengembangan ini bertujuan agar Sumbawa tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga memiliki cerita warisan budaya yang menarik dan kompetitif di era digital.

“Melalui LIDA 2025, MBDR bisa menancapkan kiprahnya sebagai sebuah museum yang melakukan konservasi pada warisan budaya tetapi juga sebagai museum yang berinovasi dalam kebudayaan sehingga bisa muncul ekonomi baru berbasis warisan budaya,” tutup Yuli Andari Merdikaningtyas.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow