Pemda Gelar Rakor Analisis Situasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa

May 31, 2023 - 12:30
May 31, 2023 - 12:36
 0  96
Pemda Gelar Rakor Analisis Situasi Percepatan Penurunan  Stunting di Kabupaten Sumbawa

Pemda Gelar Rakor Analisis Situasi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sumbawa

    

Sumbawa Besar, Amarmedia co.id- Bupati Sumbawa diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Varian Bintoro, S.Sos., M.Si,. membuka kegiatan Analisis Situasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa Tahun 2023, Senin (29/05/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa ini di hadiri oleh Dinas Kesehatan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) beserta Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi peran para kader di lapangan terhadap penurunan stunting.

Adapun yang menjadi kelompok sasaran (pencegahan stunting) yaitu Ibu hamil, ibu menyusui dan anak 0 sampai 59 bulan.

Terlaksananya analisis situasi terhadap data hasil pekan penimbangan publikasi aksi 7 konvergensi stunting Tahun 2021 dan Tahun 2022 dan cakupan layanan supply dan layanan essensial sehingga ditentukan Desa yang nanti nya di jadikan Lokus (Lokasi Fokus) Penanganan Stunting.

Adapun Lokus penanganan stunting pada Tahun 2024 yakni di Desa Pungkit-Lopok, Motong-Utan, Uma Sima-Sumbawa Unit II, Sebotok-Labuhan Badas Unit II, Labuhan Aji-Labuhan Badas Unit II, Labuhan Kuris-Lape, Dete-Lape, Mungkin-Orong Telu, dan Lebin-Ropang

Varian mengharapkan agar tahun 2023 ini memaksimalkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada.

"Inovasi yang terangkum dalam gerakan TuntunGeraSumbawaKu (tuntaskan stunting menuju generasi sumbawa yang berkualitas) melalui kegiatan aksi bergizi, jango desa, suscatin/pendampingan catin dan pencatatan elsimil, dammil 3.3, gersaturi (gerakan makan satu telur satu hari), gasibu (gerakan seribu rupiah), dan aksi - aksi lainnya untuk berupaya keras menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumbawa" ucap Varian.

Berdasarkan rilis SSGI 2022 yang menjadi acuan utama dalam mengevaluasi kemajuan intervensi gizi di daerah yaitu 29.7 persen karena target nasional 2024 diharapkan angka stunting turun menjadi 14 persen.

"Sedangkan hasil surveilans gizon didaerah melalui catpor e-PPGBM setiap bulannya prevelansi stunting di kabupaten Sumbawa yaitu 8,11 persen" tutup Varian.

Selanjutnya kadis P2KBP3A Dra. Jannatul Fallah menyampaikan pentingnya pendampingan keluarga beresiko stunting yang ada di kabupaten sumbawa oleh Tim Pendamping Keluarga (bidan desa, kader PKK dan kader KB), audit kasus stunting, minilok KB kecamatan, dapur sehat atasi stunting (dahsat) di 34 desa atau kampung KB untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kab Sumbawa, 

Ditambahkan oleh Kabid PPM Yuni Ilmi Kurniati, S. STP, M. Si, terkait hasil analisis situasi sebaran prevelansi stuting tahun 2021 - 2022. "Sebaran keluarga beresiko stunting, trend jumlah stunting menghasilkan rekomendasi desa kelurahan yang akan menjadi lokus penanganan intervensi stunting di tahun 2024 yang akan di SK-kan" Ucapnya. 

Hadir pula Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sumbawa Junaidi APt M.Si memberikan informasi upaya intervensi yang dilakukan tahun 2023 ini antara lain dukungan paket antropometri bagi posyandu keluarga yang ada di Kabupaten Sumbawa agar pengukuran berat badan, panjang badan tinggi badan bayi, baduta, balita lebih akurat tepat dan didukung dengan sumber daya kader dan petugas yang terlatih

Selain itu beliau menambahkan bahwa disalah satu lokus penanganan stunting tahun 2023 ini di Desa Mungkin kecamatan orong telu khusunya di Dusun Tengkelak maupun di wilayah kecamatan lainnya agar selain penanganan stunting

"kita juga punya pekerjaan bersama untuk melakukan eliminasi malaria pada tahun 2024 nanti diharapkan dukungan dan partisipasi semua pihak untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, jaga lingkungan sekitar, genangan air agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk malaria, dan munculnya kasus penyakit malaria sehingga kabupaten sumbawa bisa tuntas malaria tahun 2024 dan angka stunting turun signifikan pada tahun 2024 berdasarkan SSGI 2023"Tutup Jun.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow