Kolaborasi Lintas Sektor Menguatkan Posyandu di Sumbawa: Enam SPM Menjadi Fokus Utama

amramr
Dec 8, 2025 - 22:58
Dec 8, 2025 - 23:06
 0  38
Kolaborasi Lintas Sektor Menguatkan Posyandu di Sumbawa: Enam SPM Menjadi Fokus Utama
Kolaborasi Lintas Sektor Menguatkan Posyandu di Sumbawa: Enam SPM Menjadi Fokus Utama
Kolaborasi Lintas Sektor Menguatkan Posyandu di Sumbawa: Enam SPM Menjadi Fokus Utama

Kolaborasi Lintas Sektor Menguatkan Posyandu di Sumbawa: Enam SPM Menjadi Fokus Utama

Foto : Peserta Rakor Posyandu Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2025. Senin 8 Desember 2025.

Sumbawa, NTB.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina Posyandu tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2025 sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dan 6 SPM lainnya serta integrasi pembangunan desa. Rakor ini berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarif Hidayat, SKM., MPH., bersama perwakilan Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), ketua forum Camat, Ketua Forum Kepala Desa, serta jajaran Tim Pembina Posyandu di tingkat kabupaten dan tp posyandu kecamatan para Kepala Puskesmas, menandakan keseriusan kolaborasi lintas sektor.

Posyandu: Wajah Negara di Halaman Rumah Warga

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi membuka Rakor dengan menekankan peran vital Posyandu.

"Posyandu adalah wajah negara yang paling sederhana, paling jujur, dan paling terasa dampaknya di tingkat desa," ungkap Hj. Ida Fitria. "Kita sedang membicarakan bagaimana negara benar-benar hadir di halaman rumah warga, gedung posyandu, melalui Posyandu yang terkelola, terkoordinasi, dan mendapat dukungan lintas sektor secara nyata."

Dirinya menegaskan bahwa sejak terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, paradigma telah berubah. Posyandu kini dipandang sebagai simpul pelayanan yang mendukung Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta pelayanan sosial.

"Posyandu adalah pintu masuk pembangunan desa yang utuh, manusiawi, dan kontekstual," tambahnya.

Hj. Ida Fitria menekankan bahwa Posyandu yang kuat lahir dari kolaborasi sehat dan hebat Rakor ini bertujuan menyamakan frekuensi agar perencanaan dan pembinaan lintas sektor tidak tumpang tindih, serta memastikan keberhasilan program terasa di masyarakat, tidak hanya di laporan.

Ia juga menyoroti keikutsertaan dua Posyandu, yaitu Posyandu Desa Pukat (Kecamatan Utan) dan Posyandu tunas mekar Kelurahan Bugis (Kecamatan Sumbawa), dalam lomba Posyandu tingkat Provinsi NTB pada bulan November lalu.

"Keikutsertaan ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi bahan pembelajaran bersama tentang sejauh mana kelembagaan, inovasi, dan kolaborasi Posyandu kita telah berjalan," jelasnya.

Evaluasi dan Peta Jalan Penguatan Layanan

Kepala Dinas Kesehatan, Sarip Hidayat, SKM., MPH., dalam arahannya menyatakan fokus utama Rakor adalah meninjau dua pilar penting yakni  Evaluasi Implementasi Permendagri No. 13 Tahun 2024. Regulasi ini adalah momentum emas untuk menata kelembagaan, standarisasi, dan penganggaran Posyandu agar lebih kuat dan terintegrasi.

Kedua ujarnya. Evaluasi Pelaksanaan Lomba Posyandu SPM Tingkat Provinsi NTB.  Lomba yang dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025, memberikan masukan konstruktif yang harus ditindaklanjuti sebagai peta jalan perbaikan.

Kadis Kesehatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Camat, Kepala Desa/Lurah dari Desa Pukat dan Kelurahan Bugis, serta seluruh kader atas dedikasi luar biasa dalam mengikuti lomba. "Upaya Bapak Ibu adalah cerminan semangat gotong royong Sumbawa," ujarnya.

Sarip Hidayat menegaskan kembali bahwa penguatan Posyandu selaras dengan Permendagri 13/2024, yang fokus pada upaya preventif dan promotif.

"Ini berarti Posyandu itu harus menjadi garda terdepan di tengah masyarakat," kata Kadis. "Posyandu adalah ujung tombak yang paling dekat dengan keluarga, penentu utama kualitas kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak."

Dirinya menutup arahan dengan mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi terbuka dan menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat dan 6 SPM lainnya

Rakor ini diharapkan menjadi titik balik strategis, menjadikan tahun 2025 sebagai momentum memperkuat kelembagaan Posyandu dari kabupaten hingga desa, dengan komitmen menjadikan Posyandu pusat layanan masyarakat yang hidup dan relevan.

Materi juga disampaikan oleh PLT Kabag pemerintahan selaku pengampu sekretariat SPM kabupaten Sumbawa, Adhi Kusuma S.Sos M.M.Inov.  Ia menyampaikan bahwa capaian mutu dan layanan SPM d kabupaten Sumbawa cukup baik dan perlu lebih optimal lagi dalam pemenuhan data base dan perbaikan data sebagai langkah awal tahapan dalam pemenuhan spnd di daerah dan dengan adanya posyandu 6 SPM maka pintu masuk pendataan melalui posyandu ini sebagai mitra pemerintah desa/Kel ikut serta dalam perencanaan pelaksanaan dan pelayanan masyarakat di desa/Kelurahan dan wadah partisipasi masyarakat dalam menyerap informasi serta dapat memberikan KIE KPD sasaran siklus hidup keluarga, maka upaya kolaborasi dan sinergi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan SPM di kabupaten Sumbawa dapat tercapai dengan peran aktif posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa maupun Lembaga Kemasyarakatan Kelirahan di seluruh desa dan kelurahan dkabupaten Sumbawa utknmewujudkqn Sumbawa yang  unggul maju dan sejahtera (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow