Jaga Kedamaian di Tanah Samawa: Abdul Rafiq Ingatkan Pelajar Bahwa Kekerasan Bukan Jati Diri Kita"

amramr
Feb 13, 2026 - 09:55
Feb 13, 2026 - 10:05
 0  30
Jaga Kedamaian di Tanah Samawa: Abdul Rafiq Ingatkan Pelajar Bahwa Kekerasan Bukan Jati Diri Kita"

Jaga Kedamaian di Tanah Samawa: Abdul Rafiq Ingatkan Pelajar Bahwa Kekerasan Bukan Jati Diri Kita"

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Keresahan menyelimuti kalangan wali murid di Kabupaten Sumbawa menyusul kembali terjadinya aksi kekerasan jalanan yang melibatkan oknum pelajar. Insiden yang terjadi di jalan depan Pasar Brang Biji pada Kamis sore (12/2) sekitar pukul 15.00 WITA ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat Sumbawa.

Ketua KONI  Abdul Rafiq, SH., M.Si, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang mencederai dunia pendidikan dan ketertiban umum tersebut.

Berdasarkan laporan yang diterima dari para orang tua, insiden diduga dipicu oleh oknum pelajar SMKN 2 Sumbawa yang berkendara secara ugal-ugalan. Oknum tersebut dilaporkan melakukan tindakan berbahaya dengan memutar sabuk untuk memukul pelajar SMAN 1 Sumbawa (SMANIKA). Akibatnya, satu pelajar dilaporkan terkena pukulan hingga terjatuh.

"Informasi ini bukan hanya dari satu pihak, tetapi diperkuat oleh keterangan pelajar lain. Ini menimbulkan keresahan serius bagi para orang tua," ungkap Abdul Rafiq dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026).

Mirisnya, kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Konflik antara oknum pelajar dari kedua sekolah tersebut dilaporkan telah terjadi berulang kali, bahkan sebelumnya sempat ditangani oleh pihak kepolisian.

Desak Polres Sumbawa dan Pihak Sekolah

Melihat situasi yang terus berulang, Abdul Rafiq menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut keselamatan publik. Ia meminta dua langkah konkret segera diambil

Sebagai Ketua KONI Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, saya menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan aksi ugal-ugalan di ruang publik, apalagi melibatkan anak-anak usia sekolah, tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun. Ini bukan hanya persoalan antar pelajar, tetapi sudah menyangkut keselamatan umum dan ketertiban masyarakat.

Kami berharap dan meminta kepada Kepolisian Resor Sumbawa agar menindaklanjuti kejadian ini secara serius, profesional, dan humanis, guna mencegah konflik serupa terulang kembali serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para orang tua dan pelajar.

Kami juga mendorong Kepala SMA Negeri 1 Sumbawa dan Kepala SMK Negeri 2 Sumbawa untuk segera mengambil langkah-langkah pembinaan, pengawasan, serta membuka ruang komunikasi dan koordinasi antar sekolah agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.

Kepada seluruh pelajar, baik SMA maupun SMK di Kabupaten Sumbawa, saya mengimbau dengan tegas namun penuh harapan.hentikan segala bentuk kekerasan, jauhi provokasi, dan fokuslah pada kegiatan-kegiatan yang positif, baik melalui olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, prestasi akademik, maupun pengembangan karakter. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dikorbankan oleh tindakan emosional sesaat.

"Kekuasaan dan pendidikan harus sejalan dengan nilai kemanusiaan. Tidak ada artinya sekolah jika karakter anak-anak kita justru terjebak dalam lingkaran kekerasan," tegas Rafiq.

Rafiq kembali menegaskan untuk menghentikan kekerasan. "Fokuslah pada kegiatan positif, baik itu olahraga, ekstrakurikuler, maupun prestasi akademik. KONI Sumbawa siap memfasilitasi minat bakat kalian melalui jalur olahraga sebagai solusi jangka panjang pembinaan karakter," imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Rafiq berkomitmen bahwa baik KONI maupun PDI Perjuangan akan terus mengawal isu ini demi menjaga Kabupaten Sumbawa tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan bermartabat bagi tumbuh kembang generasi muda. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow