Ahdar : Strategi Pencegahan Banjir Perlu Menjadi Perhatian Serius
Ahdar : Strategi Pencegahan Banjir Perlu Menjadi Perhatian Serius
Foto Rapat Pansus DPRD Kabupaten Sumbawa terkait LKPJ Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa (8/5/2023)
Sumbawa.Amarmedia.co.id | Permasalahan yang dihadapi daerah setiap tahunnya adalah masalah banjir di sejumlah wilayah kabupaten Sumbawa. Hal ini menjadi perhatian Ahdar Anggota Panitia khusus DPRD Kabupaten Sumbawa terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2022.
Rapat yang dipimpin oleh Ahmadul Kusasih SH tersebut juga dihadir oleh Wakil Ketua DPRD Syamsul Fikri AR SAg.M.Si dan Anggota Pansus lainnya diataranya Saripuddin SPd , Sukiman K SPd.I, Sri Wahyuni SAP, bersama Pemerintah Daerah. Senin (8/5/2023)
Menurut Ahdar, yang juga Anggota Fraksi PKS ini, salah satu upaya dalam pencegahan banjir adalah menjaga lingkungan tetap bersih supaya dapat berfungsi dengan baik. Lingkungan yang baik seperti misalnya tradisi masyarakat yang membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sampah pada lahan penyerapan selokan dan sungai supaya tidak menghambat penyerapan dan aliran air demikian pula tidak menebang pohon di hutan secara liar dan besar-besaran. Hutan yang gundul dapat menyebabkan penyerapan air berkurang dan tanah mudah terkikis air hujan sehingga menyebabkan banjir dan longsor.
"Sisi lain yang ingin kami sampaikan adalah apabila banjir datang, maka yang merasakan dampaknya bukan hanya masyarakat di daerah hulu atau sepanjang daerah aliran sungai, tapi juga pemilik lahan pertanian yang ada, karena jika lahan yang dimiliki di daerah dataran tinggi hanya ditanami tanaman semusim, lambat laun akan tergerus unsur haranya sehingga bisa menjadi lahan kritis, jika hal ini tidak segera diatasi melalui penanaman tanaman konservasi atau tanaman produktif maka yang rugi adalah petani itu sendiri" Urai Ahdar.
Kami mengajak kepada pemerintah daerah untuk berpikir agar melakukan sosialisasi pemanfaatan lahan dengan tanaman produktif yang sifatnya tanaman keras yang bisa menjadi tanaman konservasi salah satu contoh adalah tanaman kakao, hal ini sudah berhasil dilakukan di daerah-daerah dataran tinggi seperti Tepal dan juga daerah lain seperti Lombok Utara dan mereka bisa memetik hasilnya dan lahannya tetap lestari dan juga bisa mendapatkan hasil dari tanaman tersebut.
"Kenapa tidak Sumbawa melakukan gerakan penanaman kakao sehingga sekaligus bisa menjaga lingkungan kita, membuat lahan kita semakin subur dan bisa juga mencegah risiko bencana pada waktu yang akan datang" Tawarnya
Masih kata Ahdar, Kalaupun masyarakat masih menganggap dan mengandalkan jagung sebagai sumber mata pencaharian maka ikhtiar lainnya adalah melakukan tumpang sari dengan tanaman keras atau tanaman produktif seperti tanaman mente kakao dan tanaman pagar seperti randu dan sebagainya Hal inilah yang perlu diedukasi kepada masyarakat kita. Dengan demikian ada secercah harapan terhindar dari banjir yang datang secara rutin di daerah kita
"Hal lainnya dengan melimpahnya tanaman jagung di daerah, Kenapa tidak pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk mengolah jagung itu menjadi produk olahan seperti pakan ternak ataupun makanan sehingga tidak semua jagung yang dipanen itu di bawah keluar daerah, karena jika ini dilakukan masyarakat petani, pengusaha dan pemerintah daerah bisa mendapatkan nilai lebih atas keberadaan produk-produk pertanian kita. Tutup Ahdar (AM/Ruf)
What's Your Reaction?
