Sinergi Program 'CERAH': Pemkab Sumbawa dan Plan Indonesia Perkuat Tata Kelola Air serta Lahan Berbasis Inklusif

amramr
Jan 27, 2026 - 18:50
 0  106
Sinergi Program 'CERAH': Pemkab Sumbawa dan Plan Indonesia Perkuat Tata Kelola Air serta Lahan Berbasis Inklusif

Sinergi Program 'CERAH': Pemkab Sumbawa dan Plan Indonesia Perkuat Tata Kelola Air serta Lahan Berbasis Inklusif

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id (26 Januari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menggelar Rapat Koordinasi Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (PSDAT) di Hotel Kaloka, Sumbawa Besar, Senin (26/1). Pertemuan ini menandai fase baru kolaborasi melalui program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang berfokus pada ketahanan iklim dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang inklusif.

Forum yang diinisiasi sejak 2022 ini menjadi wadah krusial bagi sinkronisasi program antar-pemangku kepentingan (stakeholder), baik pemerintah maupun non-pemerintah, guna memastikan keberlanjutan sumber daya air di Tau dan Tana Samawa.

Integrasi dengan Program Sumbawa Hijau Lestari

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa (Asisten II) Lalu Sudarmaji Kertawija ST.MT, mewakili Bupati Sumbawa, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ia menekankan bahwa inisiatif PSDAT dan program CERAH sangat selaras dengan visi unggulan daerah.

"Kegiatan forum ini sangat baik dan sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari. Keberlanjutan perbaikan lingkungan mutlak diperlukan. Sebagai langkah nyata, pemerintah akan melanjutkan safari penanaman pohon di tiga zona dalam waktu dekat," tegas Asisten II.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Panitia Muttaqin ST.MSi kepada Plan Indonesia yang telah melanjutkan kemitraan dengan Pemkab Sumbawa, bertransformasi dari proyek Water for Women (2018-2024) menuju fokus baru pada pengelolaan air dan lahan yang lebih luas.

Tiga Pilar Utama Program CERAH

Koordinator Plan Indonesia Abdurrahman memaparkan tiga capaian utama (outcomes) yang menjadi fokus pendampingan di 22 desa sasaran wilayah hulu hingga hilir:

Pertama ; Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat melalui pendampingan agroforestry di wilayah hulu dan tengah, serta penerapan pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture) di wilayah hilir.

Kedua : Penguatan Kebijakan dan Anggaran dengan Penyusunan studi kebijakan terkait manajemen DAS, analisa peran sektor swasta, serta advokasi rekomendasi kebijakan guna mendukung perencanaan program yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Ketiga : Peningkatan Ketahanan Iklim Inklusif melalui Penguatan kapasitas dan kampanye yang melibatkan kelompok perempuan, anak muda, serta penyandang disabilitas dalam adaptasi perubahan iklim.

Dorong Advokasi hingga Tingkat Desa

Dari sisi pemberdayaan, perwakilan Dinas PMD Sumbawa, Yuni Ilmiati Kurnia S.STP M.Si, menjelaskan bahwa program ini akan diimplementasikan secara inklusif di tingkat desa dan kelurahan. Strategi yang diusung meliputi penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) serta integrasi sosialisasi mitigasi perubahan iklim melalui layanan Posyandu 6 SPM.

Rakor ini dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD teknis, mulai dari Bapperida, BPBD, PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, hingga jajaran Camat se-Kabupaten Sumbawa. Turut hadir elemen akademisi dan pemerhati lingkungan dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) serta Universitas Samawa (UNSA), termasuk peneliti senior Dr. Wulan Ayu, Yudi Hartono, SP., M.Si., dan tim dari Samawa Center.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan rencana aksi yang konkret, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang kian nyata, demi menjamin ketersediaan air bagi generasi mendatang di Kabupaten Sumbawa. (am)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow