Memahami Peringatan Dini Cuaca yang Lebih Dalam Demi Keselamatan
Memahami Peringatan Dini Cuaca yang Lebih Dalam Demi Keselamatan
Oleh ; Suhaila
(Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sumbawa)
Pendahuluan
Peringatan dini cuaca yang kita terima merupakan alat yang sangat penting untuk membantu kita bersiap menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Dalam kasus ini, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya untuk beberapa kabupaten dan kota.
Dalam berita yang dimuat media online www.pulausumbawanews.net edisi Dec 27, 2024 dengan judul BMKG : Dua Bibit Siklon Tropis Terpantau di Samudera Hindia, Waspada Gelombang Tinggi dapat memberikan informasi tentang cara memahami prediksi cuaca.
Pendalaman Peringatan Dini Cuaca
Berdasarkan prediksi, Bibit Siklon Tropis 98S ini memiliki potensi sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dan diperkirakan bergerak ke arah tenggara.
Meski demikian, BMKG memastikan bahwa Bibit Siklon Tropis 98S ini tidak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca dan gelombang di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Sementara, Bibit Siklon Tropis 99S berada di Samudera Hindia selatan Lampung, bibit siklon tropis 99S memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot atau sekitar 28 km/jam. Potensi perkembangan bibit ini menjadi siklon tropis tergolong rendah dalam 24-72 jam ke depan, dengan pergerakan perlahan ke arah barat.
BMKG memprediksi Bibit Siklon Tropis 99S dapat memicu gelombang laut tinggi di beberapa wilayah, yakni 1,25-2,5 meter yakni di perairan barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, dan Selat Sunda bagian barat. Kemudian, 2,5-4 meter yakni Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung. BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut. Ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah-wilayah yang disebutkan.
Lebih lanjut BMKG memprediksi dan memberikan Update Peringatan Dini Cuaca Wilayah Nusa Tenggara Barat tanggal 27 Desember 2024 pukul 15:20 WITA berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 15:30 WITA di beberapa Kabupaten diantara Kabupaten Lombok Barat: Sekotong, Lembar, Kabupaten Lombok Tengah: Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya
Kabupaten Sumbawa: Alas, Utan, Moyo Hilir, Moyo Hulu, Lape, Plampang, Empang, Alas Barat, Labuhan Badas, Buer, Rhee, Unter Iwes, Moyo Utara, Maronge, Tarano, Lopok,
Kabupaten Dompu: Dompu, HuU, Kilo, Woja, Pajo, Kabupaten Bima: Monta, Bolo, Belo, Wawo, Sape, Donggo, Langgudu, Lambu, Madapangga, Soromandi, Parado
Kabupaten Sumbawa Barat: Taliwang, Brang Ene, Kabupaten Lombok Utara: Pemenang, Kota Bima: Rasanae Barat, Asakota Dan dapat meluas ke wilayah Kabupaten Lombok Barat: Gerung, Kediri, Narmada, Labuapi, Gunungsari, Lingsar, Batu Layar, Kuripan, Kabupaten Lombok Tengah: Praya, Jonggat, Batukliang, Praya Timur, Janapria, Pringgarata, Kopang, Praya Tengah, Batukliang Utara,
Kabupaten Lombok Timur: Keruak, Sakra, Terara, Sikur, Masbagik, Sukamulia, Selong, Pringgabaya, Aikmel, Sambelia, Montong Gading, Pringgasela, Suralaga, Wanasaba, Sembalun, Suwela, Labuhan Haji, Sakra Timur, Sakra Barat, Jerowaru
Kabupaten Dompu: Kempo, Pekat, Manggalewa, Kabupaten Bima: Woha, Wera, Sanggar, Ambalawi, Tambora, Lambitu, Palibelo, Kabupaten Sumbawa Barat: Jereweh, Seteluk, Sekongkang, Brang Rea, Poto Tano, Maluk
Kabupaten Lombok Utara: Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan, Kota Mataram: Ampenan, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, Sandubaya, Kota Bima: Rasanae Timur, Raba, Mpunda Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pkl 18:30 WITA
Apa yang Terjadi Selama Peristiwa Cuaca Ekstrem?
1. Hujan Lebat: Hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir, terutama di daerah perkotaan yang memiliki sistem drainase yang kurang baik. Selain itu, hujan lebat juga bisa memicu longsor di daerah perbukitan.
2. Angin Kencang: Angin kencang dapat merusak bangunan, menumbangkan pohon, dan mengganggu jaringan listrik. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah-rumah yang tidak kokoh.
3.Kilat/Petir: Petir dapat menyebabkan kebakaran, cedera, bahkan kematian. Sebaiknya menghindari tempat terbuka dan benda-benda yang dapat menghantarkan listrik saat terjadi petir.
Langkah-Langkah Keselamatan yang Perlu Dilakukan
1. Pantau Terus Informasi: Tetap perbarui informasi cuaca terkini melalui radio, televisi, atau media sosial resmi.
2. Siapkan Darurat: Persiapkan tas berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, radio, dan makanan non-awet.
3. Cari Tempat Aman: Jika berada di luar rumah saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, segera cari tempat perlindungan yang aman, seperti bangunan kokoh atau dalam kendaraan.
4. Hindari Area Rawan Bencana: Jangan berada di dekat sungai, pantai, atau lereng bukit saat terjadi hujan lebat.
5.Matikan Alat Elektronik: Matikan semua peralatan elektronik untuk menghindari korsleting saat terjadi petir.
6 Beri Tahu Orang Lain: Informasikan kepada keluarga dan tetangga tentang kondisi cuaca ekstrem dan langkah-langkah yang perlu diambil.
Contoh Tindakan Preventif untuk Mitigasi Risiko
Bagi Pemda, Pemerintah daerah dapat melakukan berbagai upaya mitigasi, seperti membersihkan saluran drainase, melakukan evakuasi dini, dan memperkuat bangunan-bangunan publik.
Bagi Masyarakat, Masyarakat dapat berperan aktif dengan cara membersihkan lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, dan mengikuti anjuran pemerintah.
Bagi Petani, Petani dapat melindungi tanaman mereka dengan menggunakan mulsa atau membangun saluran drainase di sekitar lahan pertanian.
Kesimpulan
Peringatan dini cuaca sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana alam. Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, kita dapat menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih baik. Mari kita selalu waspada dan saling membantu dalam menghadapi situasi darurat.
What's Your Reaction?
