HUJAN DI HULU TAK SEPERTI DULU, SEKARANG TAK PANDANG BULU:Gitta Liesbano Soroti Banjir Ropang
HUJAN DI HULU TAK SEPERTI DULU, SEKARANG TAK PANDANG BULU: Gitta Liesbano Soroti Banjir Ropang
SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id — Bencana banjir bandang yang menerjang Desa Ropang pada Minggu (15/3) memicu keprihatinan mendalam dari kalangan legislatif. Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Gitta Liesbano, SH., M.Kn., menilai musibah ini bukan sekadar faktor cuaca ekstrem, melainkan sinyal kuat adanya kerusakan ekologis yang kian mengkhawatirkan di wilayah hulu.
Gitta Liesbano mengungkapkan bahwa pola bencana saat ini telah berubah. Intensitas hujan yang tinggi kini sangat cepat berdampak pada pemukiman warga di bawahnya.
"Hujan di hulu tak seperti dulu. Sekarang tak pandang bulu," tegas Gitta saat merespons laporan dampak banjir di Kecamatan Ropang, Senin (16/3).
Menurut Penasehat Fraksi PDIP ini, banjir yang merendam ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Ropang A, Ropang B, dan Semaning merupakan potret nyata dari kondisi alam yang mulai kehilangan daya dukungnya. Ia menekankan bahwa tanda-tanda kerusakan lingkungan sudah tampak sangat jelas dan tidak boleh diabaikan lagi.
"Tanda-tanda kerusakan sudah amat sangat nampak. Alam sedang mengirimkan pesan kepada kita semua. Semoga mereka yang abai terhadap kelestarian lingkungan segera tersadar bahwa tindakan kita di hulu akan berdampak langsung pada nyawa dan harta benda saudara-saudara kita di hilir," imbuhnya dengan nada serius.
Meski menyoroti aspek penyebab kerusakan lingkungan, Gitta menyampaikan rasa empati yang mendalam bagi seluruh korban terdampak. Ia memastikan bahwa jajaran DPRD akan terus memantau proses penanganan yang dilakukan oleh BPBD, TNI/Polri, dan para relawan di lapangan.
"Meski begitu, fokus utama kita saat ini adalah kemanusiaan. Kami tetap mendoakan dan berempati sepenuhnya atas musibah yang menimpa warga Ropang. Kami mengapresiasi kecepatan tim BPBD dan seluruh unsur yang sudah turun ke lokasi," ujar Gitta.
Berdasarkan data yang dihimpun, luapan air yang terjadi sejak pukul 11.00 WITA tersebut telah berdampak pada Dusun Ropang A 85 KK, Dusun Ropang B, 120 KK, Dusun Semaning 100 KK, Kerusakan Fisik 3 unit jembatan kecil (deker) rusak berat.
Gitta Liesbano berharap pendataan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga dilakukan secara akurat agar langkah pemulihan (recovery) dapat segera dianggarkan dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
"Kami di gedung rakyat akan mengawal agar proses rehabilitasi pascabencana, terutama jembatan yang putus, bisa menjadi prioritas demi kelancaran akses mobilitas warga," pungkasnya.(AM)
What's Your Reaction?
