KPU Sumbawa bersama LPPDPS NTB Mensosialisasikan Tahapan Pilkada dan Pendidikan Pemilih Bagi Disabilitas.
KPU Sumbawa bersama LPPDPS NTB Mensosialisasikan Tahapan Pilkada dan Pendidikan Pemilih Bagi Disabilitas.
Sumbawa.Amarmedia.co.id –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa bersama Lembaga Peduli Penyandang Disabilitas Pulau Sumbawa (NTB) mensosialisasikan tahapan Pilkada dan memberikan pendidikan dan informasi pilkada serentak tahun 2024 kepada penyandang disabilitas. Jumat 4 Oktober 2024 di Gedung Serbaguna Desa Nijang.
Dijelaskan oleh Kadiv Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sumbawa Ardani Hatta bahwa Pilkada akan dilaksanakan pada 27 November 2024 memiliki beberapa tahapan dan proses.
"Dalam pilkada dibagi beberapa Pemilih, salah satu pemilihnya adalah Penyandang Disabilitas. Disabilitas yang terdaftar dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa berjumlah lebih dari 2500 jiwa yang diantaranya ada yang Tuli, Tuna Netra, Fisik dan sebagainya" urainya
Hadir dalam acara tersebut sebanyak 40 orang Disabilitas sesuai dengan Jumlah kuota yang dibuat oleh KPU, dari 40 orang didapatkan persentase bahwa yang mengetahui identitas Calon Bupati dan Wakil Bupati serta Calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebesar 10% dari total yang hadir.
"Identitas saja belum diketahui apalagi Visi Misi dari setiap Calon" Imbuhnya .
Kemudian lanjutnya, hal Ini adalah catatan penting bagi kita semua bahwa Pilkada ini tidak hanya berbicara orang yang normal, tapi disabilitas harus juga di pandang lebih baik lagi.
Dengan adanya kegiatan ini memberikan wawasan kepada peserta terkait proses tahapan dan siapa calon dari Bupati Sumbawa dan Wakilnya serta Gubernur NTB dan wakilnya.
Ketua Umum LPPD Pulau Sumbawa -NTB dr. Nuzul D. I. Prasatio mengatakan kegiatan ini sangat penting dalam memberikan pendidikan dan keilmuan mengenai Pilkada, karena rata-rata Disabilitas itu belum paham terkait Pemilihan Umum baik itu Pilkada atau yang sebelumnya Pelig dan PilPres.
Dirinya mengungkapkan bahwa di TPS itu kebanyakan tidak ramah disabilitas, contohnya untuk Disabilitas Tuli, ketika pergi ke TPS, mereka tidak tahu kalau dipanggil namanya, karena tidak ada bahasa isyarat. mereka tidak tau bahwa mereka yang akan masuk di balik bilik untuk proses penusukan Suara. "Jadi saran saya setiap TPS wajib mempunyai pendamping khusus Disabilitas yang selalu stay di tempat" harapnya.
Dirinya juga berharap untuk kegiatan lainnya di daerah wajib mengundang disabilitas. "kegiatan apapun itu karena ini akan berdampak besar bagi disabilitas" pungkasnya. (AM)
What's Your Reaction?
