Kawal Hilirisasi di Komisi IV, Johan Rosihan: Sumbawa Kini Jadi Jawaban Swasembada Ayam dan Telur Nasional

amramr
Feb 7, 2026 - 07:07
Feb 7, 2026 - 07:11
 0  57
Kawal Hilirisasi di Komisi IV, Johan Rosihan: Sumbawa Kini Jadi Jawaban Swasembada Ayam dan Telur Nasional

Kawal Hilirisasi di Komisi IV, Johan Rosihan: Sumbawa Kini Jadi Jawaban Swasembada Ayam dan Telur Nasional

SUMBAWA, MOYO HILIR.Amarmedia.co.id – Kehadiran megaproyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Sumbawa mendapat dukungan penuh dari parlemen pusat. Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST, menegaskan bahwa investasi yang dikelola melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ini adalah jawaban nyata atas krisis ketersediaan daging ayam dan telur di Pulau Sumbawa.

Dalam acara groundbreaking yang berlangsung di Desa Serading, Jumat (06/02/2026), Johan Rosihan menyoroti kesenjangan antara kebutuhan protein hewani dan kemampuan produksi lokal yang selama ini masih sangat minim.

Menurut Johan, Pulau Sumbawa sudah lama merindukan swasembada komoditas unggas. Selama ini, ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat harga tidak stabil dan ketersediaan terbatas.

"Apa yang kita lakukan hari ini bersama Danantara adalah jawaban dari persoalan swasembada telur maupun daging ayam. Kami di Komisi IV, yang bermitra langsung dengan Kementerian Pertanian, akan terus memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, pendanaan, maupun kontrol pelaksanaan," tegas politisi PKS asal Sumbawa ini.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Johan Rosihan memberikan catatan penting bagi pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa peran DPR RI adalah memastikan stok pangan tersedia di sisi hulu (produksi), namun pemerintah daerah harus memastikan bahwa pasokan tersebut benar-benar berasal dari peternak lokal.

"Inti dari MBG bukan sekadar apa isi piringnya, tapi bagaimana memastikan semua yang ada di dalam piring itu berasal dari produk lokal kita sendiri. Berasnya dari kita, telurnya dari peternak kita. Jangan sampai proyek strategis ini dilepaskan begitu saja ke pasar bebas, sehingga hanya menjadi orientasi bisnis semata. Pemerintah daerah harus mengoordinasikan ini agar produk rakyat terserap," jelas Johan.

H.Johan juga memaparkan bahwa proyek di Sumbawa ini merupakan bagian dari gelombang besar hilirisasi nasional. Berdasarkan data BPI Danantara, total investasi hilirisasi di Indonesia pada tahun 2025 saja telah menyumbangkan 30% dari total investasi nasional atau mencapai Rp584,1 triliun.

"Presiden Prabowo Subianto sangat tegas menekankan percepatan hilirisasi yang berdampak langsung bagi rakyat. Jika dulu hilirisasi hanya berpusat pada mineral di Maluku atau Sulawesi, sekarang kita buktikan bahwa sektor agroindustri dan peternakan di NTB juga menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional," tambah Johan.

"Ini adalah sejarah bagi Sumbawa. Kita tidak hanya menciptakan nilai tambah, tapi juga menciptakan lapangan kerja luas. Kami akan pastikan ketersediaan bibit dan pakan tetap terjaga agar ekosistem ini mandiri secara berkelanjutan," pungkasnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow