Indeks Desa 2026 Naik Kelas Jadi Mandiri, Pemkab Sumbawa Perkuat Sinergi OPD untuk Program 2027

amramr
Oct 14, 2026 - 09:41
Oct 14, 2026 - 09:55
 0  8
Indeks Desa 2026 Naik Kelas Jadi Mandiri, Pemkab Sumbawa Perkuat Sinergi OPD untuk Program 2027

Indeks Desa 2026 Naik Kelas Jadi Mandiri, Pemkab Sumbawa Perkuat Sinergi OPD untuk Program 2027

SUMBAWA,Amarmedia.co.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemandirian masyarakat desa membuah hasil yang membanggakan. Berdasarkan hasil pemutakhiran data terkini, Indeks Desa Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 secara keseluruhan resmi naik kelas dari status Maju (78,19%) di tahun 2025 menjadi status Mandiri (79,68%) di tahun 2026.

Momen bersejarah ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi dan Ekspose Hasil Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Senin (12/10/2026).

Rapat koordinasi secara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si. Jalannya diskusi interaktif selanjutnya dipandu oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (Kabid PPM) Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, S.Kep., Ns., MPH.

Pada sesi utama, pemaparan komprehensif terkait Ekspose Hasil Pemutakhiran Indeks Desa 2026 disampaikan secara bergiliran dan maraton oleh Tim Tenaga Pendamping Profesional / Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TPP/TAPM) Kemendesa PDT RI Kabupaten Sumbawa, yakni Amir Ali, Vivin Fitriyani, Abd. Rahman, dan Wirajaya.

Lompatan Kinerja: 79 Desa Berstatus Mandiri dan Bebas Desa Tertinggal

Dalam pemaparan Tin Tenaga Pendamping dijelaskan bahwa pemutakhiran data dilakukan terhadap 157 desa di 23 kecamatan dengan mengevaluasi 127 indikator yang mencakup 6 dimensi utama (Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas, dan Tata Kelola Desa). Hasil evaluasi menunjukkan tren pembangunan perdesaan yang melompat signifikan diantaranya 50,32% Desa Mandiri (79 Desa). " Terdapat penambahan 7 desa yang sukses naik kelas dari status Maju menjadi Mandiri, yaitu Desa Sebasang dan Pernek (Kec. Moyo Hulu), Buin Baru (Kec. Buer), Marente (Kec. Alas), serta Desa Jorok, Motong, dan Stowe Brang (Kec. Utan)" ujar Amir Ali 

Selanjutnya 42,04% Desa Maju (66 Desa). Kenaikan status dialami oleh Desa Bugis Medang (Kec. Labuhan Badas) yang berhasil beranjak dari desa Berkembang menjadi desa Maju. 7,64% Desa Berkembang (12 Desa) yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan, dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Orong Telu (4 desa).

Sementara 0% Desa Tertinggal dan Sangat Tertinggal. Pemkab Sumbawa berhasil mengentaskan seluruh wilayahnya dari predikat desa Tertinggal maupun Sangat Tertinggal.

Transparansi Data sebagai Pijakan Intervensi Program TA 2027

Proses pemutakhiran Indeks Desa 2026 diselenggarakan dengan mengacu pada Permendes PDTT No. 9 Tahun 2024 dan Surat Edaran Dirjen PDP No. B-113/PDP.03.04/VII/2026. Pemkab Sumbawa memastikan pemutakhiran data dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa rekayasa guna memperoleh potret riil kondisi sosial, ekonomi, dan fasilitas publik di setiap desa.

Kendati telah meraih status Kabupaten Mandiri, Pemkab Sumbawa tidak berpuas diri. Paparan Tim TPP/TAPM Kemendesa PDT RI menyoroti sejumlah indikator mendasar yang masih menjadi titik perhatian bersama, di antaranya Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Sebanyak 145 desa (92,4%) masih berskor rendah dan masuk kategori Super Prioritas.

Untuk Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah terdapat sebanyak 122 desa (77,7%) membutuhkan intervensi sistematis.

Untuk Penguatan Kelembagaan Ekonomi Desa. Dorongan legalitas BUM Desa berbadan hukum, efektivitas KUD, keberadaan pasar desa, serta perluasan akses kredit usaha.

Sinergi Lintas Sektor dan Penajaman Anggaran

Menanggapi hasil ekspose tersebut, Kabid PPM Bapperida Sumbawa, Dr. Rusmayadi, menegaskan bahwa data objektif dan rekomendasi indikator ini tidak sekadar menjadi laporan di atas kertas, melainkan akan dijadikan basis utama dalam penyusunan program, penganggaran, serta penajaman intervensi Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk Perencanaan Tahun Anggaran (TA) 2027.

 "Data ini adalah cermin kondisi riil desa kita. Rekomendasi yang ada akan menjadi kompas bagi Bapperida dan seluruh OPD teknis untuk mengarahkan alokasi Dana Desa dan APBD secara tepat sasaran, khususnya dalam mengintervensi 12 Desa Berkembang dan 18 Desa Prioritas Intervensi agar bisa berakselerasi menuju kemandirian penuh," tegas Dr. Rusmayadi.

Kegiatan ekspose ini turut dihadiri oleh jajaran Asisten Sekda, pimpinan OPD teknis terkait (Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Diskoperindag, DLH, Dinas PUPR, Dinas Sosial, BPBD, Dikbud, Dinas Perikanan Kelautan, Dinas Peternakan, serta OPD teknis lainnya), para Kabid Bapperida, hingga jajaran Tenaga Ahli dan Pendamping Desa se-Kabupaten Sumbawa. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow