Hujan Deras Guyur Sumbawa, Dua Desa di Kecamatan Plampang Terendam Banjir
Hujan Deras Guyur Sumbawa, Dua Desa di Kecamatan Plampang Terendam Banjir
Sumbawa.Amarmedia.co.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Plampang sejak Sabtu (21/2/2026) siang hingga sore hari menyebabkan banjir luapan di dua desa, yakni Desa Brangkolong dan Desa Muer, Kabupaten Sumbawa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, mengonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh tingginya debit air yang tidak mampu tertampung saluran drainase, sehingga meluap ke pemukiman warga.
Data Dampak Kerusakan
Hingga Sabtu malam, BPBD merilis data sementara warga yang terdampak luapan air. Di Dusun Kolong, Desa Brangkolong, tercatat total 94 KK atau sekitar 253 jiwa terdampak dengan rincian: RT 001/RW 001: 40 KK (100 jiwa), RT 002/RW 001: 24 KK (77 jiwa), RT 001/RW 002: 22 KK (56 jiwa), RT 003/RW 002: 8 KK (20 jiwa)
Sementara itu, di Desa Muer, tercatat sebanyak 12 KK atau 40 jiwa turut merasakan dampak dari musibah ini. "Data ini masih bersifat sementara dan kemungkinan dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan oleh tim di lapangan," jelas Nurhidayat.
Upaya Penanggulangan dan Kondisi Terkini
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur TNI/Polri dan relawan telah disiagakan di lokasi untuk memastikan jalur evakuasi tetap aman. Fokus utama petugas saat ini meliputi Logistik Dasar Penyiapan makanan siap saji dan paket sanitasi bagi warga yang rumahnya terendam lumpur.Warga dan petugas mulai membersihkan penyumbatan drainase untuk mempercepat surutnya air. Juga Peringatan Dini,Pemantauan debit air di hulu sungai terus dilakukan secara berkala.
Hingga pukul 20.00 WITA, air di sebagian wilayah Desa Brangkolong dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, sisa lumpur dan material sampah kiriman masih menutupi akses jalan desa, sehingga mobilitas warga masih terhambat.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut, Muhammad Nurhidayat mengimbau warga untuk melakukan langkah preventif mandiri, seperti mengamankan dokumen penting ke tempat tinggi dan segera mematikan aliran listrik jika air kembali memasuki rumah.
"Kami meminta masyarakat di bantaran sungai untuk tetap tenang namun waspada, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas lebat pada malam hari," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Petugas tetap berjaga di lokasi guna mengantisipasi adanya banjir susulan.(AM)
What's Your Reaction?
