Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung
Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung
Mataram.Amarmedia.co.id — Kemeriahan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 ditutup dengan penuh kehangatan dalam acara Malam Keakraban yang dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Selain menjadi ajang mencairkan ketegangan pasca-kompetisi, momentum ini juga menjadi ruang evaluasi strategis demi menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung tahun 2027 mendatang.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin dalam sambutannya mengapresiasi soliditas seluruh peserta dan kerja keras panitia yang telah mempersiapkan wadah ini sejak sebulan terakhir. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Ketua Panitia, Purwadi, yang berhasil menakhodai event ini hingga berjalan sukses meski dinamika koordinasi kerap diwarnai ketegangan.
"Hampir setiap hari kita sama Pak Purwadi itu berdinamika. Kadang-kadang beliau menjawab pertanyaan teman-teman wartawan dengan ketus. Tetapi sesungguhnya ini sangat baik. Berkali-kali saya menggelar event, saya selalu percayakan ke beliau, dan selalu sukses berjalan dengan baik," ujar Ikliluddin hangat.
Sebagai bahan evaluasi ke depan, Ikliluddin melemparkan wacana untuk mengubah format Porwada berikutnya agar mengadopsi sistem Porwanas secara utuh, di mana persaingan antar-daerah akan jauh lebih terasa.
"Mungkin ke depan kita pakai format Porwanas. Di mana masing-masing daerah bertanding memperebutkan medali dan akan ada juara umum di situ. Insya Allah itu bisa kita wujudkan bersama-sama," ungkapnya.
Terkait target nasional, PWI NTB memasang target untuk melampaui atau minimal menyamai prestasi gemilang pada Porwanas XIV di Banjarmasin 2024 lalu. Di mana NTB berhasil menduduki peringkat Juara Umum 3 Nasional. Namun, Ikliluddin mengingatkan bahwa peta persaingan di Lampung pada Maret 2027 akan jauh lebih berat.
"Saat di Banjarmasin, kekuatan daerah lain masih terpecah karena kondisi PWI Pusat saat itu. Tetapi di Lampung besok, karena PWI sudah satu dan bersatu, saya kira semua daerah akan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. Ini menjadi tantangan kita," urainya.
Mengingat waktu persiapan yang tersisa sekitar 10 bulan lagi, ia meminta para atlet, khususnya peraih golden ticket untuk segera mempersiapkan diri secara mandiri terlebih dahulu.
"Meskipun nantinya sistem latihan dan sebagainya harus terpisah dengan teman-teman yang mendapatkan golden ticket lain, tetapi tentu ini tidak menjadi hambatan kita untuk terus mempersiapkan diri menjadi yang lebih baik," tegasnya.
Di akhir acara, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin juga membawa kabar baik terkait peningkatan kompetensi profesi. Ia mengumumkan bahwa PWI NTB berencana menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada bulan Agustus mendatang.
"Satu bulan ke depan, sekitar bulan Agustus, kita akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan secara mandiri dari PWI NTB. Meskipun nanti mungkin kelasnya tidak banyak karena kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran, kami berharap teman-teman dari daerah segera mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi maupun persiapan lainnya," pungkasnya.
Suasana malam keakraban semakin hidup ketika Abu Sufyan, atau yang akrab disapa Paman Ancus berdiri di depan mewakili suara peserta. Dengan gaya humoris khas wartawan, ia menceritakan lika-liku perjuangan tiap daerah dalam merekrut atlet, hingga melontarkan candaan seputar ketatnya persaingan di cabang olahraga, khususnya cabor Domino yang menurutnya menguras energi tersendiri.
Ia juga memberikan masukan agar pada gelaran berikutnya, koordinasi di tingkat kabupaten/kota diperkuat dengan penunjukan koordinator cabang olahraga jauh-jauh hari sebelum proposal diajukan. Kendati demikian, ia mengapresiasi totalitas panitia dan kerja keras kontingen luar daerah, termasuk solidaritas kontingen Pulau Sumbawa.
Paman Ancus menutup penyampaiannya dengan membakar semangat rekan-rekannya agar PWI NTB bisa mengirimkan kontingen yang maksimal ke Lampung.
"Semua harus berangkat ke Lampung, jangan lihat lagi golden ticket. Kita semua harus kompak mendukung," serunya optimis.
Kendati mengapresiasi esensi acara sebagai ruang komunikasi yang sangat baik antar-pengurus daerah, catatan kritis juga datang dari wilayah. Ketua PWI Lombok Tengah, Lalu Amrillah, memberikan sorotan terhadap atensi serta kehadiran para pejabat pemerintahan provinsi maupun daerah dalam seremonial pembukaan Porwada.
Amrillah membandingkan tingginya apresiasi pemerintah di tingkat kabupaten dengan penyambutan yang mereka terima di lokasi utama acara di Mataram. Menurutnya, hal ini menjadi evaluasi penting mengenai bagaimana memosisikan marwah organisasi profesi ke depan.
"Melalui acara ini, kami bisa bergaul dengan para atlet dan komunikasi antar-ketua PWI Kabupaten/Kota terbangun sangat bagus. Namun, ada catatan dari kami. PWI Lombok Tengah sendiri saat berangkat dilepas langsung oleh Bapak Bupati. Sayangnya, saat pembukaan Porwada di Mataram, kami hanya disambut oleh Kepala Dinas yang mewakili Gubernur. Kami sangat menyayangkan hal ini, begitu juga dengan pejabat-pejabat diwakilkan lainnya," cetus Lalu Amrillah secara terbuka. (AM)
What's Your Reaction?