Pulang ke Tanah Wakaf: Perjalanan Terakhir Sang Pejuang Muhammadiyah HM.Zain Sembang
Pulang ke Tanah Wakaf: Perjalanan Terakhir Sang Pejuang Muhammadiyah HM Zain Sembang
Oleh: H.M Berlian Rayes SAg.M.M.Inov
Editor : Abdul Ma'ruf Rahmat
UTAN, 16 MARET 2026 — Kabar duka itu menyebar cepat di antara barisan jamaah. Innalillahi wainnailaihi raaji’un. Tepat pukul 20:53 WITA, Minggu malam, Bapak HM. Zain Sembang mengembuskan napas terakhirnya di RS Provinsi NTB. Sumbawa kehilangan salah satu tokoh Muhammadiyah yang gigih, namun Desa Orong Bawa hari ini justru menyambutnya kembali dengan pelukan tanah yang hangat.
"Pagi tadi, (16/3/2026) dalam suasana yang hening namun penuh keteguhan, saya berkesempatan membonceng putra almarhum, Ustadz Ardi Suzami, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa. Di atas motor, menempuh jarak dari rumah duka di depan Puskesmas Utan menuju pemakaman, Ustadz Ardi berbagi cerita yang menyentuh hati" ujar Berlian
Beliau mengisahkan bagaimana hari-hari terakhir almarhum dipenuhi dengan ikhtiar medis yang maksimal. Namun, di tengah perjuangan itu, almarhum menyelipkan satu wasiat yang sederhana namun mendalam: beliau ingin dimakamkan di Desa Orong Bawa, berdekatan dengan makam orang tuanya.
"Hari ini, Senin 16 Maret 2026 keluarga besar memenuhi janji itu. Mengantarkan beliau kembali ke akar, ke tempat di mana semuanya bermula," tutur H Berlian di tengah perjalanan.
Ada pemandangan yang memberikan kesan mendalam saat prosesi pemakaman berlangsung. Jenazah almarhum dikebumikan di TPU Desa Orong Bawa, persis di depan SMP Muhammadiyah Utan.
Bagi mereka yang mengenal beliau, lokasi ini bukan sekadar kebetulan. Tanah tempat berdirinya sekolah tersebut adalah tanah yang beliau wakafkan untuk Muhammadiyah. Almarhum kini beristirahat dengan tenang, "menghadap" langsung ke arah amal jariyah yang hingga kini masih terus mencetak generasi penerus bangsa.
HM. Zain Sembang bukan hanya seorang ayah bagi anak-anaknya, tetapi juga bapak bagi pergerakan dakwah di Sumbawa. Hidupnya adalah bukti nyata dari kutipan “Hidup harus bermakna” Keteguhannya dalam berorganisasi dan kedermawanannya dalam berwakaf menjadi standar moral bagi kita yang ditinggalkan.
Selamat jalan, Bapak HM. Zain Sembang. Doa kami menyertai kepulanganmu. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala khilaf, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin. ( AM)
What's Your Reaction?
