Ekonomi NTB 'Bernapas Lega'! Izin Ekspor Amman Mineral Bawa Harapan Pulihkan Kontraksi -30%
MATARAM, Amarmedia.co.id – Harapan besar untuk memulihkan kembali denyut ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat terperosok ke jurang kontraksi, kini kembali membuncah. Penyebabnya adalah terbitnya rekomendasi ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian ESDM bagi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), yang berlaku selama enam bulan ke depan.
Izin ekspor konsentrat tembaga sebanyak 480.000 metrik ton kering (dmt), yang efektif per 31 Oktober 2025, dipandang sebagai penyelamat utama bagi sektor pertambangan yang sebelumnya mengalami tekanan hebat.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal menyambut baik keputusan pemerintah pusat tersebut. Ia secara terbuka mengakui betapa vitalnya peran izin ini dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah.
"Sejak terhentinya operasional smelter [AMNT] beberapa waktu lalu, pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan kita mengalami kontraksi yang sangat dalam, hingga mencapai 30%," ungkap Gubernur Iqbal.
Kontraksi dari sektor vital ini, lanjutnya, menyeret turun pertumbuhan ekonomi NTB secara keseluruhan ke angka -1,47%. Padahal, sektor lain seperti pertanian menunjukkan kinerja gemilang, mencapai pertumbuhan tertinggi dalam 14 tahun terakhir sebesar 10,28%.
"Oleh karena itu, izin ini bukan hanya penting untuk operasional Amman, tetapi sangat krusial untuk menggerakkan kembali ekonomi lokal dan menjaga stabilitas fiskal daerah" tegas Gubernur, yang juga mengungkapkan telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat demi percepatan izin tersebut.
Pastikan Operasional Berlanjut Selama Perbaikan Smelter
Dikutip dari Investor.id Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makassau, menjelaskan bahwa rekomendasi ekspor ini akan menjamin kesinambungan operasional perusahaan di lokasi tambang. Izin ini memungkinkan perusahaan untuk mengosongkan gudang penyimpanan konsentrat yang hampir melebihi kapasitas.
"Dengan dimulainya kembali penjualan konsentrat, operasional tambang dapat berlanjut sesuai rencana, meskipun fasilitas smelter sedang dalam perbaikan," ujar Rachmat.
Dengan demikian, kontribusi fiskal Amman, baik bagi perekonomian nasional maupun daerah, akan kembali pulih dan secara langsung mendukung upaya pemulihan ekonomi NTB.
Rachmat juga menginformasikan bahwa penghentian sementara operasional smelter pada Juli dan Agustus 2025 disebabkan oleh perbaikan unit utama, yaitu Flash Converting Furnace dan Sulfuric Acid Plant yang terpaksa dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan risiko keselamatan kerja.
Smelter Jadi Fokus Pengawasan Pemda
Meskipun izin ekspor disambut gembira, Gubernur Iqbal tetap memberikan penekanan penting kepada pihak AMNT.
"Kami mengingatkan Amman agar memastikan smelter segera beroperasi normal kembali," ujarnya.
Pihak AMNT memperkirakan proses perbaikan komponen utama smelter, yang memiliki tingkat kerumitan tinggi, akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2026. Selama periode ini, operasi akan tetap berjalan parsial dengan peningkatan produksi yang dilakukan secara hati-hati, dengan prioritas utama pada aspek keselamatan kerja.(AM)
What's Your Reaction?
