Menatap 'Desa Berdaya' dari Sumbawa: Tekan Stunting Lewat Kemandirian Ternak dan Optimalisasi Aset Daerah
Menatap 'Desa Berdaya' dari Sumbawa: Tekan Stunting Lewat Kemandirian Ternak dan Optimalisasi Aset Daerah
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id (26 Januari 2026) – Kabupaten Sumbawa menorehkan catatan positif dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan data konsolidasi per Desember 2025, angka prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa berada pada level 10,70%, jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 18,8% dan menyokong keberhasilan Provinsi NTB yang secara kumulatif turun ke angka 13,39%.
Capaian gemilang ini disambut hangat di tingkat daerah. Namun, legislator Kabupaten Sumbawa mengingatkan bahwa angka tersebut harus dijaga melalui ketahanan ekonomi keluarga, bukan sekadar intervensi bantuan gizi sesaat.
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PKS H. Andi Mappelepui, menegaskan bahwa kemiskinan dan stunting di desa-desa Sumbawa memiliki akar ekonomi yang kuat. Menanggapi program "Desa Berdaya" yang diusung Gubernur NTB, H. Andi menawarkan skema pemberdayaan peternak lokal sebagai ujung tombak.
"Di Sumbawa, stunting akarnya adalah daya beli keluarga. Solusinya, berdayakan orang tua melalui sektor peternakan produktif di desa. Jika mereka bisa mandiri secara ekonomi dan menjual hasil ternak, gizi anak akan terpenuhi secara berkelanjutan," ujar H. Andi saat diwawancarai di Sumbawa Besar, Sabtu (24/1).
Ia mendorong agar Pemerintah Desa berperan aktif melakukan kontrol dan eksekusi program pemberdayaan ini agar selaras dengan target penurunan stunting daerah.
Selain penguatan ekonomi keluarga, H. Andi Mappelepui juga menyoroti pentingnya Kabupaten Sumbawa mengelola potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengkritisi masih adanya aset perikanan yang belum dikelola maksimal, seperti Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Meno.
"Potensi perikanan kita sangat besar, terutama budidaya baby lobster yang nilai sewanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Jangan sampai ada pembiaran aset. Sektor perikanan Sumbawa harus bergerak lebih dinamis untuk mendukung fiskal daerah," tegasnya.
Terkait komoditas jagung yang menjadi andalan petani Sumbawa, ia mengharapkan efisiensi logistik melalui keberadaan gudang di luar daerah seperti Surabaya. Hal ini dinilai krusial untuk memperpendek jarak distribusi dan memberikan kepastian harga bagi petani di Tau dan Tana Samawa.
DPRD Kabupaten Sumbawa berkomitmen terus bersinergi dalam "orkestrasi" pembangunan yang dipimpin oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Dengan data yang makin akurat dan fokus pada 106 desa prioritas, Sumbawa optimistis mampu menekan munculnya kasus stunting baru yang secara Januari 2026 tercatat sangat rendah, yakni hanya 0,3% (79 kasus baru).
Melalui sinergi antara kebijakan Pemprov NTB dan gagasan solutif dari parlemen lokal di Sumbawa, visi melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan unggul bukan lagi sekadar angka, melainkan realitas yang sedang dibangun dari tingkat desa.(AM)
What's Your Reaction?
