Inflasi NTB Terkendali di Bawah Nasional, Sekda Tekankan Pentingnya Data Statistik

Aug 1, 2024 - 22:11
 0  35
Inflasi NTB Terkendali di Bawah Nasional, Sekda Tekankan Pentingnya Data Statistik

Inflasi NTB Terkendali di Bawah Nasional, Sekda Tekankan Pentingnya Data Statistik

Mataram.Amarmedia.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) NTB melaporkan inflasi year-on-year (yoy) di Nusa Tenggara Barat sebesar 1,91 persen pada Juli 2024, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 105,71 persen. Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,13 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, menekankan pentingnya pemantauan data statistik BPS, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, pariwisata, transportasi, dan lainnya. Data ini dianggap sebagai indikator penting dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan di NTB.

"Data ini sebagai sinyal yang memandu kita dalam bekerja supaya lebih efektif ke depannya," ungkap Miq Gita sapaan akrabnya saat menghadiri berita resmi statistik di aula Tambora BPS Provinsi NTB, Kamis (01/08/24).

Miq Gita menyebutkan bahwa inflasi yang terjadi di NTB dari bulan ke bulan maupun tahun ke tahun tidak pernah melebihi angka inflasi nasional. Artinya inflasi di NTB dapat dikendalikan dengan sangat baik, hal ini tentu kerjasama semua pihak.

"Alhamdulillah inflasi kita dapat terkendali, bahkan Kemendagri mengapresiasi NTB dalam upaya pengendalian inflasinya," ungkapnya 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin menjelaskan pada Juli 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 1,91 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,71 persen. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Diantaranya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,05 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,60 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,42 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,11 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,67 persen; kelompok transportasi sebesar 1,36 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,91 persen; dan kelompok kesehatan sebesar 0,72 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,84 persen.

Dalam kegiatan berita resmi statistik turut dihadiri oleh beberapa Asisten, kepala OPD dan berbagai perwakilan lingkup pemerintah Provinsi NTB serta perwakilan dari instansi vertikal. (Am/Man/her)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow