Anggota Pansus DPRD Muhammad Takdir Tekankan Pariwisata Dihidupkan dan Penangan Sampah

amramr
Apr 11, 2025 - 20:27
 0  51
Anggota Pansus DPRD Muhammad Takdir Tekankan   Pariwisata Dihidupkan dan Penangan Sampah

Anggota Pansus DPRD Muhammad Takdir Tekankan Pariwisata Dihidupkan dan Penangan Sampah

Sumbawa.Amarmedia.co.id- Anggota Pansus DPRD Sumbawa terhadap LKPJ Kepala Daerah Muhammad Takdir SE MmM Inov memfokuskan perhatian pada Pembenahan pariwisata daerah sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) . Menurutnya capaian PAD dari Pariwisata tahun 2024 masih dapat ditingkatkan meskipun lebih tinggi dibanding tahun 2023. "Pada sektor Pariwisata tercatat sebesar Rp 85,78 juta, meningkat dari tahun sebelumnya. Dirinya berharap objek wisata yang ada seperti pantai Saliperate, Taman Semongkat, Pulau Moyo dan Teluk Saleh, dan keberadaan Air terjun yang cantik dapat ditata dan diletakkan pengelolanya. "Berikan sentuhan didalam pelayanan pariwisata seperti membangun beruga, lapak dan wahana penunjang sehingga objek wisata kita bisa berkembang" ujar Takdir yang juga Ketua Komisi IV DPRD dari fraksi PKS Jumat 11 April 2025. 

Kemudian lanjutnya langkah-langkah konkret dan inovatif diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk mewujudkan potensi daerah secara maksimal.

Di sisi lain, masalah klasik persampahan kembali mencuat sebagai persoalan serius di Sumbawa.

Sebelumnya Wakil ketua Pansus H. Zainuddin sirat menyorot tajam keberadaan objek pariwisata di daerah yang menurutnya hampir mati suri."Sektor pariwisata yang ada seperti "mati suri" karena belum memberikan kontribusi PAD yang signifikan, perlu diperhatikan serius, semenjak MXGP tak lagi digelar kita tidak punya event pariwisata yang besar yang mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara maupun domistik" ujarnya 

Kemudian dirinya menyinggung bahwa ada kajian dari Pak Badrul Munir potensi pendapatan dari keberadaan Teluk Saleh Rp 18 Triliun dan meminta agar dapat diraih.

Dirinya menekankan pentingnya kejelasan domain antara perikanan dan pariwisata dalam pengelolaan wilayah kelautan, terutama potensi besar di Teluk Saleh. Ia berharap potensi PAD dari sektor kelautan dapat dimaksimalkan.

Atas hal itu kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Dr. Deddy Hariwibowo menegaskan kesiapannya dalam mendukung aplikasi yang terintegrasi di BKAD untuk meningkatkan pengelolaan keuangan daerah.

"Kita siap mendukung aplikasi di BKAD," ujarnya, menekankan pentingnya pengelolaan aset daerah yang lebih baik, termasuk usulan Peraturan Daerah (Perda) pengelolaan aset di sektor pariwisata" ujarnya.

Kemudian lanjutnya retribusi dari tempat rekreasi nihil karena belum ada pelayanan yang diberikan oleh pemerintah di lokasi-lokasi wisata. "Ini prinsip retribusi, ada pelayanan baru ada retribusi," jelasnya. Ke depan, Dinas Pariwisata berencana memperbaiki sarana dan prasarana di destinasi wisata dengan alokasi anggaran tahun ini, dengan harapan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan mulai memungut retribusi.

"Tahun ini ada alokasi anggaran untuk memperbaiki sarana prasarana dan fasilitas pendukung di sana seperti Pantai Saliperate ada pembangunan lapak sehingga ada perbaikan pelayanan yang diberikan " ungkap Kadis Pariwisata.

Dirinya menanggapi Ironi di tengah potensi pariwisata yang besar, seperti yang diungkapkan ahli terkait potensi omzet Teluk Saleh mencapai Rp 18 triliun, Sumbawa belum memiliki regulasi yang memayungi pengelolaan kawasan pariwisata secara komprehensif, berbeda dengan daerah lain seperti Batu dan Malang. 

Sekretaris Dinas LH Hj Teti mengakui besarnya anggaran tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat dalam menjadwalkan dan memilah sampah. Kondisi penumpukan sampah sehari sebelum jadwal pengangkutan masih sering terjadi, bahkan di jalur-jalur wisata.

"Masalah lingkungan hidup ada persoalan klasik sampah. Perlu diattensi menjadi lebih. Kita dorong pemerintah desa .kita pastikan penangan sampah dilakukan pemerintah desa. Harus diurus. Bangun kepedulian. Ketika jalur wisata juga harus steril bersih dari. Sampah," tegas perwakilan Sekdis LH.

Dinas LH juga menyoroti pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kewenangannya ada di daerah dan dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Saat ini, luas RTH di Sumbawa masih kurang dari 10 persen sesuai RTRW. Operasional tahun ini akan fokus pada pemeliharaan taman dari ujung barat hingga rumah sakit Manambai Abdurrahman.

Terkait limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Dinas LH memfasilitasi komunikasi antara Puskesmas yang memiliki insinerator tidak berfungsi dengan PT Pria Sidoarjo yang berizin mengelola limbah B3 medis dan non-medis.

Sebuah ide menarik muncul dari pertemuan tersebut Ketua Pansus Andi Rusni SE MM terkait pengolahan sampah menjadi energi. "Kita bisa belajar dari Bali dan Bandung yang telah menerapkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar tanpa menggunakan BBM dan listrik, suatu saat kami usulkan untuk studi banding ke daerah tersebut" pungkasnya (AM)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow