Riset LPEM UI & Kinerja H1 2026: Mengukur Dampak Nyata Tambang AMMAN bagi Ekonomi Nasional hingga Prospek Blok Elang

amramr
Oct 21, 2026 - 21:12
Oct 21, 2026 - 22:04
 0  25
Riset LPEM UI & Kinerja H1 2026: Mengukur Dampak Nyata Tambang AMMAN bagi Ekonomi Nasional hingga Prospek Blok Elang

Riset LPEM UI & Kinerja H1 2026: Mengukur Dampak Nyata Tambang AMMAN bagi Ekonomi Nasional hingga Prospek Blok Elang

Oleh Abdul Ma'ruf Rahmat 

PT Amman Mineral Internasional Tbk (IDX: AMMN) terus membuktikan peran strategisnya sebagai pilar utama industri pertambangan dan hilirisasi nasional. Setelah merilis capaian kinerja keuangan dan operasional yang solid untuk paruh pertama tahun 2026 (H1 2026), dampak ekonomi AMMAN kini kian terukur melalui kajian mendalam Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Kajian LPEM FEB UI bertajuk ‘Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial Ekonomi PT Amman Mineral Nusa Tenggara  mengestimasi bahwa kontribusi AMMAN terhadap pembentukan PDB nasional mencapai Rp173,4 triliun (rata-rata Rp24,8 triliun per tahun). Selain itu, AMMAN telah memberikan kontribusi fiskal sebesar Rp39,05 triliun serta penghematan devisa bersih mencapai USD 7,66 miliar melalui ekspor komoditas tembaga dan emas.

Sinergi Kinerja H1 2026: Arus Kas Kuat dan Tuntasnya Hilirisasi

Memasuki paruh pertama tahun 2026, dampak makroekonomi yang diestimasi oleh LPEM UI semakin terealisasi secara nyata. Integrasi penuh rantai usaha AMMAN—mulai dari tambang terbuka di Batu Hijau hingga operasional Smelter dan Precious Metal Refinery (PMR) di Benete—menciptakan pertumbuhan kinerja yang signifikan:

1. Penjualan dan Profitabilitas Melonjak.

Penjualan bersih AMMAN di H1 2026 melesat hingga US$ 2.052 juta dengan laba bersih US$ 504 juta (margin laba 25%) dan EBITDA mencapai US$ 1.128 juta (margin 55%). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume produksi dari bijih segar berkadar tinggi Fase 8 serta harga komoditas global yang sangat mendukung.

2. Penyelesaian Proyek Smelter (PAC):

Pada 24 Juli 2026, AMMAN resmi meraih Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) untuk Smelter dan PMR, menandai tuntasnya seluruh pekerjaan konstruksi dan uji kinerja operasional.

3. Penguatan Struktur Finansial.

Arus kas yang kuat memungkinkan AMMAN melunasi utang lebih awal sebesar US$ 588 juta, menekan rasio utang bersih terhadap EBITDA turun signifikan dari 5,4x menjadi 2,4x.

Efek Berganda dan Penyerapan Tenaga Kerja

Hasil studi LPEM UI mencatat bahwa kegiatan usaha AMMAN menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas, merambah dari tingkat makro hingga ekonomi rumah tangga di daerah.

Aktivitas AMMAN menyerap rata-rata 55 ribu lapangan kerja per tahun secara nasional, bahkan mencapai puncaknya hingga 105 ribu kesempatan kerja.

Terhadap kesejahteraan rumah tangga, AMMAN berkontribusi pada pembentukan pendapatan rumah tangga sebesar Rp67,6 triliun, yang berdampak langsung pada penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran nasional.

Untuk Penguatan Usaha Lokal, Aktivitas operasional dan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menghidupkan sektor logistik, pertanian, peternakan, serta penyedia jasa bahan pangan lokal di sekitar operasional perusahaan.

Persiapan Menuju Proyek 'Super Giant' Blok Elang

Capaian operasional di Batu Hijau dan tuntasnya fasilitas smelter menjadi fondasi utama bagi AMMAN untuk melangkah ke fase berikutnya yaitu Pengembangan Blok Elang di Sumbawa.

Berdasarkan pembaruan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) per 30 Juni 2026, total posisi cadangan tembaga dan emas AMMAN (gabungan Batu Hijau dan Elang) tetap berada di urutan 10 besar dunia. Khusus Blok Elang, cadangan bijih diperkirakan mencapai 2.581 juta ton dengan kandungan 18,17 miliar pon tembaga dan 27 juta ons emas.

Final Investment Decision (FID) Ditargetkan selesai pada tahun 2027. Produksi Bijih Pertama Dijadwalkan mulai pada 2031/2032, bertepatan dengan transisi umur tambang Batu Hijau.

Sementara untuk membangun sinergi infrastruktur. Bijih dari Elang akan diangkut menggunakan Overland Conveyor (OLC) baru untuk diolah memanfaatkan infrastruktur terintegrasi Batu Hijau yang sudah ada, seperti Smelter, pabrik konsentrator, pembangkit listrik, dan Pelabuhan Benete.

Kesimpulan

Temuan LPEM UI menegaskan bahwa keberadaan AMMAN tidak hanya memberikan dampak finansial jangka pendek, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi nasional melalui nilai tambah industri mineral, peningkatkan stabilitas fiskal, serta penciptaan multiplier effect yang inklusif. Dengan dimulainya operasional smelter secara penuh serta persiapan matang menuju Blok Elang, AMMAN berada dalam posisi yang sangat strategis untuk mengawal keberlanjutan ekonomi dan hilirisasi pertambangan Indonesia hingga dekade mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow