Pemkab Sumbawa Komit Dukung Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan Bapas, Dorong Pendampingan Nyata dan Berkelanjutan
Pemkab Sumbawa Komit Dukung Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan Bapas, Dorong Pendampingan Nyata dan Berkelanjutan
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh proses reintegrasi sosial bagi mantan warga binaan maupun Klien Pemasyarakatan agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya Alam dan Kemasyarakatan, Ir. Ni Wayan Rusmayati, M.Si., saat membacakan sambutan Bupati Sumbawa pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan dan Implementasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) yang diselenggarakan Bapas Kelas II Sumbawa Besar di La Grande Hotel, Kamis (15/10/2026).
Membuka sambutannya, Ni Wayan Rusmayati menyampaikan permohonan maaf serta salam hormat dari Bupati Sumbawa yang berhalangan hadir secara langsung lantaran tengah menghadiri kegiatan koordinasi Forkopimda bersama Gubernur NTB di Mataram sekaligus menghadiri Peringatan HUT Kabupaten Lombok Tengah.
"Bupati menyampaikan salam hangat untuk kita semua dan berharap forum FGD ini berjalan lancar serta menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat pembimbingan kemasyarakatan di Kabupaten Sumbawa," ujar Ni Wayan Rusmayati di hadapan jajaran Kakanwil Dirjenpas NTB Ketut Akbar Herry Ahjar, Anggota DPR RI H. Johan Rosihan, S.T., Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry jajaran Forkopimda, akademisi, perbankan, hingga para kepala desa dan lurah.
"Kehidupan Mereka Belum Selesai"
Dalam sambutan tertulis Bupati, Pemkab Sumbawa menekankan pentingnya kepedulian bersama terhadap keberlanjutan hidup warga yang telah selesai menjalani masa pidana. Pemkab menyadari bahwa tantangan terbesar para klien pemasyarakatan setelah bebas adalah membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat.
"Ketika seseorang selesai menjalani masa pidana, kehidupannya belum selesai. Mereka harus membangun kembali kepercayaan keluarga dan lingkungan di tengah kesempatan yang kerap semakin sempit. Pembimbingan ini bukan hanya tugas Bapas semata, melainkan tugas kita bersama," tegasnya.
Bupati mengapresiasi tingginya potensi produktivitas warga binaan, di mana tercatat sebanyak 2.774 warga binaan telah berhasil memperoleh premi dari hasil karya dan kemandirian mereka. Tantangan selanjutnya adalah memastikan keterampilan yang diperoleh dapat berlanjut dan menjadi bekal nyata di tengah masyarakat.
Tiga Langkah Strategis Pemkab Sumbawa
Guna memastikan proses reintegrasi sosial berjalan optimal, Pemkab Sumbawa menggarisbawahi tiga hal utama yang perlu dilakukan secara kolaboratif:
Pertama ; Pendampingan Sesuai Kebutuhan. Memberikan bimbingan yang nyata dan berkelanjutan, baik dari aspek kepribadian, keluarga, maupun kemandirian sesuai kondisi masing-masing klien.
Kedua ; Akses Pekerjaan dan Perluasan Modal. Mendorong Perangkat Daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan dunia usaha untuk mengidentifikasi peluang pelatihan, lapangan kerja, hingga akses permodalan. "Jangan sampai seseorang yang sudah berusaha memperbaiki diri tidak mendapatkan kesempatan untuk memulai kembali," jelasnya.
Ketiga ; Lingkungan yang Mendukung.
Mengajak jajaran kecamatan, desa/kelurahan, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan untuk menciptakan lingkungan yang ramah, mendampingi, sekaligus mengawasi guna mencegah perulangan tindak pidana.
"Kita tidak sedang membenarkan kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi kita sedang memastikan bahwa kesalahan masa lalu itu tidak terus menjadi masa depan seseorang," ungkap Ni Wayan Rusmayati membacakan pesan Bupati.
Sinergi Lintas Sektor dan Program Sektor Unggulan
Pemkab Sumbawa juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran DPR RI, akademisi dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), hingga dukungan dari jajaran Kodim, Kejaksaan, dan Kepolisian.
Sinergi konkret antar-perangkat daerah telah dan terus digulirkan, mulai dari dinas pertanian yang memberikan penyuluhan budidaya padi, jagung, dan hortikultura, dinas peternakan, hingga bantuan sarana prasarana seperti dukungan sumur bor yang telah diterima oleh dinas teknis.
"Kami berharap FGD hari ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan saja, melainkan melahirkan langkah tindak lanjut yang jelas—siapa melakukan apa, dukungan apa yang diberikan, dan bagaimana dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemkab Sumbawa sangat terbuka untuk membangun sinergi sesuai tugas dan kewenangan demi terwujudnya reintegrasi sosial yang terarah dan berkelanjutan," pungkasnya. (AM)
What's Your Reaction?